​Antisipasi Kekeringan MT III, Pemkab Bojonegoro Matangkan Strategi Pengelolaan Air - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

​Antisipasi Kekeringan MT III, Pemkab Bojonegoro Matangkan Strategi Pengelolaan Air

Sunday, 28 June 2026
Antisipasi Kekeringan MT III


BOJONEGORO – Jatim.Wartaglobal.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai bergerak cepat mematangkan langkah untuk menghadapi potensi keterbatasan air menjelang Masa Tanam (MT) III Tahun 2026. Sebagai langkah awal, Pemkab memperkuat koordinasi lintas sektor melalui Rapat Koordinasi Forum Pengelolaan Sumber Daya Air yang digelar di Ruang Angling Dharma, Kamis (25/6/2026).

Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dengan didampingi Wakil Bupati, Nurul Azizah. Agenda ini juga dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan mulai dari sektor pengelolaan sumber daya air, irigasi, hingga pertanian guna menyusun strategi bersama dalam menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

Sinkronisasi dan Solusi Konkret

Forum ini menjadi ruang koordinasi penting untuk menyatukan langkah seluruh pihak dalam mengantisipasi menurunnya debit air yang hampir selalu terjadi saat memasuki masa tanam ketiga. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius karena berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian apabila tidak ditangani secara terpadu.

Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan air tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga pada komunikasi dan koordinasi yang solid antara pemerintah, pengelola irigasi, serta masyarakat. Menurutnya, forum ini memiliki peran strategis sebagai wadah menyamakan persepsi sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

"Forum ini menjadi sangat penting. Sinkronisasi dan koordinasi yang jelas diperlukan untuk mencari solusi terbaik agar kebutuhan air masyarakat, khususnya petani, tetap terpenuhi," ujar Setyo Wahono.


Peran Krusial Camat di Wilayah Irigasi

Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada para camat yang wilayahnya memiliki jaringan irigasi. Ia meminta para camat untuk aktif mengawal distribusi informasi sekaligus menjadi penghubung responsif antara pemerintah dan masyarakat agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diatasi.

"Peran camat yang memiliki wilayah irigasi sangat penting untuk memastikan komunikasi dengan warga berjalan baik. Saya berharap forum ini mampu memperkuat koordinasi sekaligus melahirkan langkah-langkah konkret dalam mengantisipasi keterbatasan air selama MT III," tegasnya.

Komitmen Kolaborasi Demi Petani

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengedepankan kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya air. Sinergi antara pemerintah, pengelola irigasi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar kebutuhan air pertanian tetap terjaga meski telah memasuki musim kemarau.

Dengan koordinasi yang semakin kuat ini, Pemkab Bojonegoro berharap potensi kekurangan air pada Masa Tanam III Tahun 2026 dapat diminimalkan. Target utamanya adalah memastikan aktivitas pertanian di seluruh wilayah Bojonegoro tetap berjalan optimal dan produktivitas petani tetap terjaga dengan baik. (Prokopim)