Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Simbol Abadi Perjuangan Buruh dan Keadilan Sosial - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Simbol Abadi Perjuangan Buruh dan Keadilan Sosial

Saturday, 16 May 2026

NGANJUK, Warta Global Jatim.id

16 Mei 2026 , Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu pagi ini. Peresmian ini menjadi momen bersejarah sekaligus bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan hak asasi manusia dan hak-hak pekerja yang selama ini diperjuangkan oleh Marsinah, tokoh buruh yang dikenal gigih memperjuangkan keadilan.
 
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau rumah bekas tempat tinggal Marsinah semasa hidup dan menyapa keluarga besarnya. Kepala Negara kemudian berkeliling kompleks museum yang dibangun di atas lahan seluas 938 meter persegi, terdiri dari bangunan museum memorial dan rumah singgah. Di dalamnya, Presiden melihat langsung berbagai koleksi peninggalan Marsinah, mulai dari seragam kerja pabrik, sepeda ontel, dokumen pendidikan, hingga sejumlah piagam penghargaan dari organisasi buruh.
 
Saat memberikan sambutan, Prabowo menilai kehadiran museum ini sebagai peristiwa yang langka dan istimewa, bahkan menyebutnya mungkin menjadi satu-satunya museum yang didedikasikan khusus untuk mengenang perjuangan buruh di dunia.
 
“Ini adalah peristiwa yang langka, mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh. Tapi tolong dicek, mungkin ada. Namun yang pasti, ini adalah langkah yang luar biasa,” ujar Prabowo saat menyampaikan keterangan resmi.
 
Ia menegaskan, keberadaan museum ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan lambang, simbol, dan tonggak peringatan atas keberanian seorang perempuan muda yang berjuang membela hak kaum buruh serta masyarakat lemah yang tidak memiliki kekuasaan.
 
“Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang perjuangan rakyat kecil. Marsinah adalah bukti nyata bahwa semangat keadilan tidak pernah mati, meskipun pengorbanan yang diberikan sangat besar,” tambahnya.
 
Prosesi peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo sebagai tanda sahnya pengoperasian fasilitas tersebut. Pemerintah daerah berharap, Museum Ibu Marsinah tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya perlindungan hak asasi manusia, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap perjuangan kaum pekerja di Indonesia.
(Tom-red)