BREAKING: AS dan Israel Luncurkan Serangan Besar ke Iran, Khamenei Tewas, Konflik Melebar ke Kawasan Timur Tengah. - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

BREAKING: AS dan Israel Luncurkan Serangan Besar ke Iran, Khamenei Tewas, Konflik Melebar ke Kawasan Timur Tengah.

Sunday, 1 March 2026



Minggu, Warta Global Jatim.id

1 Maret 2026 ,Amerika Serikat (AS) bersama Israel melancarkan serangan militer besar-besaran ke Iran sejak Sabtu (28/2) pagi waktu setempat, yang kini mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan memicu eskalasi konflik yang meluas ke sejumlah negara di Timur Tengah.
Kematian Khamenei dan Korban Jiwa
Media pemerintah Iran, Kantor Berita Republik Islam (IRNA), secara resmi mengonfirmasi pada Minggu (1/3) bahwa Khamenei tewas di kantornya saat serangan siang hari Sabtu. Bersama dia, putri, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-laki juga tewas dalam insiden tersebut. Selain itu, penasihat utama Khamenei Ali Shamkhani, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammed Pakpour, dan Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami juga dilaporkan tewas.

Palang Merah Iran (IRCS) menyatakan bahwa hingga saat ini, sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka di 24 dari 31 provinsi Iran akibat serangan tersebut. Sebuah sekolah di Iran selatan juga dilaporkan terkena dampak, menyebabkan 108 orang meninggal di sana. Pemerintah Iran telah menetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan libur kerja selama seminggu sebagai tanda penghormatan kepada Khamenei dan korban lainnya.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi militer ini bernama "Operation Epic Fury" pada Jumat malam. Dalam pidatonya, Trump menyatakan bahwa tujuan serangan adalah menghancurkan militer Iran dan menggulingkan otoritas yang berkuasa sejak revolusi 1979. Dia juga menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, mengacu pada operasi "Midnight Hammer" pada Juni 2025 yang menghancurkan program nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Trump menuduh Iran menolak setiap kesempatan untuk meninggalkan ambisi nuklirnya dan terus mendukung kelompok yang dianggap teroris, termasuk Hamas yang melakukan serangan 7 Oktober ke Israel.

AS juga menggunakan drone serangan satu arah baru bernama Low cost Unmanned Combat Attack System (LUCAS) dalam serangan ini, yang merupakan penggunaan pertama senjata tersebut dalam pertempuran, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM).

Sebagai balasan, IRGC meluncurkan serangan roket dan drone ke wilayah Israel serta ke sejumlah instalasi militer AS di Timur Tengah. Selain itu, Iran juga melancarkan serangan ke berbagai wilayah di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi. IRGC berjanji akan memberikan hukuman yang berat dan tegas kepada para pembunuh Khamenei.
Imbas dari konflik ini juga terasa di sektor penerbangan. Wilayah udara Qatar ditutup sementara, yang mengganggu perjalanan tim MotoGP yang akan berangkat dari Thailand ke Doha pada Minggu dan Senin.

Berbagai negara di dunia menyuarakan kekhawatiran akan terjadinya perang besar di Timur Tengah. Di New York City, sejumlah orang melakukan protes menentang serangan ke Iran, menekankan pentingnya perdamaian dan menghindari pertumpahan darah yang tidak perlu. Delegasi Kongres Hawaii juga mengkritik Trump karena melakukan serangan tanpa izin Kongres.
Sementara itu, situasi masih terus berkembang dan pembaruan resmi terus disampaikan oleh pemerintah masing-masing negara serta media internasional. Keselamatan warga sipil dan stabilitas kawasan menjadi perhatian utama di tengah eskalasi konflik yang semakin memanas.

Sumber: Suara Merdeka, Antara, CNA, CNN Indonesia, Manila Times, AFP, Maui News(red)