Jatim.wartaglobal.id | KOTA BATU, JAWA TIMUR - 6 Januari 2026 | Permasalahan terkait tarif parkir senilai 50 ribu rupiah yang sempat viral melalui platform TikTok di objek wisata Bukit Bintang Kota Batu telah menemukan titik terang. Melalui perwakilannya Hadi Wijaya, manajemen Bukit Bintang menyampaikan klarifikasi dan kesepakatan damai kepada awak media pada hari ini.
Tarif parkir yang disebutkan dalam video yang beredar telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan pengguna media sosial beberapa waktu lalu. Konten yang mengangkat isu tersebut membuat banyak pihak bertanya-tanya mengenai kebijakan yang diterapkan di lokasi wisata tersebut.
Kesepakatan damai tercapai setelah pihak pengunggah video secara aktif menghubungi manajemen Bukit Bintang. Mereka menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi terkait konten yang telah diunggah, baik melalui pesan singkat maupun komunikasi langsung melalui telepon dengan Hadi Wijaya sebagai perwakilan manajemen.
Hadi Wijaya menyampaikan kepada awak media bahwa masalah ini telah selesai tuntas dan tidak ada lagi hal yang menjadi perdebatan. Menurutnya, pihak pengunggah video telah menyampaikan permohonan maaf dengan sikap yang baik dan terbuka kepada manajemen.
Begitu juga pihak manajemen Bukit Bintang Kota Batu menyampaikan hal yang senada. Mereka menyatakan telah menerima permohonan maaf dengan lapang dada dan melihat bahwa peristiwa ini terjadi karena adanya kesalahpahaman yang belum dapat dijelaskan dengan jelas pada awalnya.
Hadi Wijaya berharap kejadian yang sempat menghebohkan masyarakat ini tidak akan terulang kembali di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran yang berharga dan bahan edukasi bagi kedua belah pihak untuk lebih bijak dalam menyampaikan informasi dan berkomunikasi.
Dalam kesempatan yang sama, Hadi juga menjelaskan berbagai fasilitas yang disediakan untuk wisatawan yang berkunjung ke Bukit Bintang. Di antaranya adalah fasilitas gelar tikar di halaman objek wisata, serta kebijakan yang mengizinkan pengunjung membawa makanan sendiri dari luar. Meskipun demikian, di dalam area juga tersedia berbagai pilihan makanan berat dan snack untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.
Objek wisata Bukit Bintang yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sisir, Kota Batu juga melakukan kerja sama yang erat dengan UMKM serta warga masyarakat sekitar. Selain memberikan kesempatan berjualan di dalam area, manajemen juga menyediakan kesempatan kerja bagi pemuda lokal untuk bekerja sebagai juru tata kendaraan di lokasi tersebut.
Langkah sinergi ini dilakukan manajemen Bukit Bintang dengan tujuan untuk membantu memulihkan ekonomi masyarakat sekitar serta meningkatkan penghasilan mereka. Hal yang menarik adalah, menurut Hadi Wijaya, manajemen memberikan lapak secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun kepada UMKM. Para pelaku UMKM dengan kemandirian sendiri membentuk paguyuban berswadaya yang hanya bertanggung jawab untuk membayar biaya pegawai kebersihan, air, dan listrik yang digunakan.[fer]


.jpg)