
Berdasarkan laporan pemantauan yang diterima pada Senin malam pukul 18.30 WIB, jumlah santri yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 500 orang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, para santri menerima jatah makanan MBG sekitar pukul 15.00 WIB dan kemudian mengonsumsinya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, mulai terdapat sejumlah santri yang mengeluhkan mual dan kondisi badan yang tidak enak.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, sekitar pukul 16.30 WIB, pihak pondok mengerahkan ambulans internal untuk membantu merujuk santri yang membutuhkan penanganan medis ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Pada pukul 18.00 WIB, pihak pondok kemudian meminta bantuan kepada BPBD Kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya, sekitar pukul 18.30 WIB, petugas dan relawan bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi.
Ratusan Santri Mendapat Penanganan Medis
Data sementara santri yang telah mendapatkan rujukan ke sejumlah rumah sakit antara lain:
RSUD Sidoarjo: 316 orang
RS Fatimah: 21 orang
RS Deltasurya: 13 orang
RS Siti Hajar: 27 orang
RS Pusdik Bhayangkara: 5 orang
RS Pusura: 13 orang
RS Arafah: 1 orang
Jumlah tersebut merupakan data sementara berdasarkan laporan pemantauan hingga pukul 23.20 WIB dan masih dapat berubah seiring proses pendataan serta penanganan di lapangan.
Tim Gabungan Bergerak
Penanganan kejadian melibatkan berbagai unsur, di antaranya:
BPBD Jawa Timur
BPBD Kabupaten Sidoarjo
Polres Sidoarjo
Koramil Kota
Kodim Sidoarjo
Tagana Sidoarjo
PMI Sidoarjo
Perbantuan ambulans dari berbagai wilayah
SARSU
SANUS Jatim
RESMI
Personel SANUS Jatim yang turut berada dalam penanganan di lapangan antara lain Andhika, Hendra, dan Rahmad.
Situasi Terkini
Hingga pembaruan laporan pukul 23.20 WIB, situasi di lokasi dilaporkan terkendali dan kondusif (mandali). Cuaca di sekitar lokasi juga dilaporkan cerah.
Petugas gabungan dan relawan masih melakukan pemantauan, pendataan serta membantu proses penanganan dan rujukan para santri yang mengalami keluhan kesehatan.
Penyebab pasti kejadian masih memerlukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang, termasuk pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi para santri. Karena itu, informasi mengenai dugaan keracunan MBG ini masih bersifat laporan awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab pasti.
Warta Global Jatim.id akan terus memantau perkembangan informasi terkait kondisi para santri dan proses penanganan kejadian tersebut.
Nur Cholis
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim.id


.jpg)