
Atas nama Mustasyar PCNU Kabupaten Solok, Sumatera Barat, disampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum.
“Segala sesuatu adalah milik Allah dan kepada-Nya jua kita kembali. Berpulangnya Ir. H. Yusuf Arif adalah duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga besar ISHARI NU, tetapi juga bagi seluruh warga Nahdliyin di mana pun berada, termasuk kami di Ranah Minang.”
Semasa hidupnya, almarhum dikenal memiliki jasa, keteladanan, serta dedikasi dalam merawat tradisi shalawat dan menguatkan syiar Ahlussunnah wal Jama'ah.
Pengabdian dan perjuangan almarhum dalam menjaga tradisi shalawat menjadi bagian penting dari perjalanan ISHARI NU. Keteladanan tersebut diharapkan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan di jalan dakwah dan khidmah kepada umat.
“Jasa, keteladanan, serta dedikasi almarhum dalam merawat tradisi shalawat dan menguatkan syiar Ahlussunnah wal Jama'ah akan terus menjadi teladan dan kenangan indah yang membekas di hati.”
Lebih lanjut, keluarga besar PCNU Kabupaten Solok mendoakan agar seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima oleh Allah SWT.
“Semoga lantunan shalawat yang senantiasa beliau perjuangkan dan hidupkan semasa hidup menjadi penolong, penerang alam kubur, serta perantara syafaat Rasulullah SAW bagi almarhum di akhirat kelak.”
Lahul Fatihah...
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan serta menerangi alam kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, keikhlasan, dan ketabahan dalam menghadapi duka tersebut.
Mustasyar PCNU Kabupaten Solok
Sumatera Barat
Nur Cholis
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim.id


.jpg)