BREAKING NEWS | DARI TEBUIRENG, FAJAR BARU PBNU TERBIT: KETAWADHUAN GUS KIKIN BANGKITKAN HARAPAN NAHDLIYIN - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

BREAKING NEWS | DARI TEBUIRENG, FAJAR BARU PBNU TERBIT: KETAWADHUAN GUS KIKIN BANGKITKAN HARAPAN NAHDLIYIN

Monday, 31 August 2026
Mustasyar PCNU Kab Solok Dr. H. Afrizen, M.Pd.
SOLOK, Warta Global Jatim.id — Di tengah panasnya dinamika dan padatnya agenda Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, sebuah suasana berbeda terasa di Tebuireng. Di tempat yang sarat sejarah perjuangan para ulama itu, silaturahmi dengan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) justru menghadirkan ketenangan sekaligus harapan baru bagi perjalanan Jam’iyah NU.

Pertemuan yang berlangsung di sela-sela kesibukan Muktamar tersebut bukan sekadar perjumpaan biasa. Bagi Mustasyar PCNU Kabupaten Solok, Dr. H. Afrizen, M.Pd., silaturahmi itu menjadi momentum untuk menyaksikan langsung sosok pemimpin dengan ketawadhuan yang kuat.

Senyum yang mengayomi, sikap yang sederhana, serta kerendahan hati Gus Kikin dinilai memperlihatkan wajah kepemimpinan yang tidak berjarak dengan tradisi pesantren.
Mustasyar PCNU Kab Solok Dr. H. Afrizen, M.Pd.
“Di tengah kesibukan Muktamar, silaturahmi ini memberikan ketenangan dan pelajaran berharga. Ketawadhuan beliau menjadi cermin bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang amanah, akhlak, dan pengabdian,” ujar Dr. H. Afrizen, M.Pd.

TEBUIRENG DAN SANAD PERJUANGAN
Tebuireng bukan sekadar lokasi. Bagi Nahdliyin, kawasan ini memiliki jejak panjang perjalanan keilmuan, perjuangan, dan pengabdian para ulama.

Di bumi para muassis itulah, sosok Gus Kikin dipandang membawa kesinambungan sanad perjuangan dan nilai kepesantrenan. Keteguhan tradisi dipadukan dengan kebutuhan kepemimpinan dalam menghadapi perubahan zaman.

Perpaduan tersebut menjadi modal penting untuk membawa Jam’iyah NU menghadapi tantangan keumatan yang semakin kompleks.
AMANAH BARU, HARAPAN BARU
Terpilihnya KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU Masa Khidmah 2026–2031 dalam Muktamar Ke-35 NU menjadi babak baru perjalanan organisasi terbesar di Indonesia tersebut.

Harapan pun mengemuka agar kepemimpinan baru mampu memperkuat persatuan Nahdliyin, menjaga marwah ulama, merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta menghadirkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara.

Bagi Dr. H. Afrizen, kepemimpinan yang lahir dari akar pesantren harus senantiasa menjadikan akhlak dan khidmah sebagai kekuatan utama.
Dari Tebuireng, sebuah pesan seolah kembali ditegaskan: bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, melainkan seberapa rendah hati ia bersedia mengabdi.

DOA UNTUK PBNU
Dari ruang silaturahmi yang penuh keberkahan tersebut, doa pun dipanjatkan agar Gus Kikin diberikan kekuatan dalam mengemban amanah besar PBNU.

“Semoga Allah SWT senantiasa menjaga, menguatkan, memberikan petunjuk dan keberkahan kepada Gus Kikin dalam mengemban amanah kepemimpinan PBNU. Semoga beliau diberikan kekuatan untuk membawa Jam’iyah NU semakin maslahat bagi umat, bangsa, dan negara,” doa Dr. H. Afrizen, M.Pd.

Dari Tebuireng, fajar harapan baru itu terbit.
Harapan agar PBNU semakin kokoh, Jam’iyah semakin solid, dan khidmah Nahdliyin terus mengalir untuk kemaslahatan umat.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Mustasyar PCNU Kabupaten Solok
Dr. H. Afrizen, M.Pd.
Nur Cholis
Pimpinan Redaksi Warta Global Jatim.id