
Personel Polresta Surakarta melakukan Lakatpuan Dalmas untuk mengasah Kemampuan Personel menghadapi gangguan Kamtibmas, Kamis (23/7/26).
SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Polresta Surakarta menggelar Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Pengendalian Massa (Dalmas) sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan dan profesionalisme personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya saat mengamankan aksi penyampaian pendapat di muka umum, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolresta Surakarta tersebut dipimpin langsung Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo, didampingi Wakapolresta Surakarta Kombes Pol. Sigit, dan diikuti personel gabungan dari Kompi Dalmas Awal, Kompi Dalmas Lanjut, Ton Raimas, Ton Negosiator, Unit Gakkum Pidana, hingga Unit Gakkum Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Dalam latihan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik mengenai teknik pengendalian massa, formasi Dalmas awal hingga Dalmas lanjut, penggunaan perlengkapan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), serta simulasi penanganan situasi kontinjensi yang mengedepankan prinsip profesional, proporsional, dan humanis.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo melalui Kabagops Kompol Wahyu Joko Nugroho mengatakan bahwa Latkatpuan Dalmas merupakan agenda strategis untuk memastikan seluruh personel memiliki kemampuan yang terstandarisasi, disiplin, dan siap diterjunkan dalam berbagai operasi kepolisian.
"Latkatpuan Dalmas ini bertujuan meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai dinamika situasi di lapangan. Setiap anggota harus mampu bertindak secara profesional, humanis, serta sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku, sehingga setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan aman dan efektif," ujar Kompol Wahyu Joko Nugroho.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga ditentukan oleh kekompakan tim, komunikasi yang baik, kedisiplinan, serta kemampuan personel dalam mengendalikan emosi ketika menghadapi berbagai karakter massa.
"Kami terus menekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Penggunaan kekuatan harus dilakukan secara bertahap, proporsional, dan sesuai SOP, sehingga keamanan tetap terjaga tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum," tambahnya.
Melalui latihan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polresta Surakarta berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar seluruh personel memiliki kesiapan operasional yang optimal dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Selain memperkuat kemampuan teknis, latihan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam meningkatkan profesionalisme anggota guna mendukung pengamanan berbagai agenda masyarakat maupun kegiatan berskala nasional dan daerah. Dengan kemampuan yang terus diasah, Polresta Surakarta diharapkan semakin siap memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas di Kota Surakarta tetap aman, tertib, dan kondusif. (Joko S)


.jpg)