SURABAYA, Warta Global Jatim.id — Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi pada Sabtu sore. Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.20 WIB sempat diwarnai kericuhan setelah sebagian massa diduga melempari aparat keamanan yang berjaga di dalam area Grahadi.
Selain itu, beberapa kali terdengar letusan kembang api selama berlangsungnya aksi.
Dalam upaya mengendalikan situasi, aparat kepolisian mengamankan sejumlah peserta aksi yang diduga terlibat dalam tindakan ricuh. Dua di antaranya merupakan perempuan. Polisi juga mengamankan beberapa kendaraan, salah satunya sepeda motor Yamaha Mio berwarna merah.
Menurut keterangan kepolisian, para peserta aksi yang diamankan diduga terlibat dalam aksi pelemparan serta upaya perusakan terhadap fasilitas di depan Gedung Negara Grahadi.
Setelah dilakukan tindakan pengamanan, massa aksi berhasil dipukul mundur dari lokasi. Arus lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo yang sebelumnya sempat terganggu kini telah kembali dibuka untuk umum. Meski demikian, aparat kepolisian masih melakukan penyisiran (sweeping) di sejumlah titik, termasuk ke arah Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Yos Sudarso, guna memastikan situasi tetap kondusif.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sepuluh tuntutan, yaitu:
-Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
-Mencabut UU Polri dan UU TNI.
-Menciptakan lapangan kerja yang layak.
-Membubarkan komando teritorial dan --menghentikan keterlibatan TNI dalam ranah sipil.
-Menghentikan proyek Reklamasi Surabaya Waterfront Land.
-Membebaskan seluruh tahanan politik serta memulihkan nama baik mereka.
-Memprioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan.
-Menciptakan serta memperbanyak transportasi umum yang layak, inklusif, dan gratis.
-Membubarkan parlemen dan membangun kuasa rakyat.
-Mengakhiri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Gedung Negara Grahadi dilaporkan mulai kondusif. Aparat keamanan masih bersiaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.red-


.jpg)