208 Bhabinkamtibmas Polres Sragen Dibentuk Jadi Satgas Tracer TB Paru, Dukung Percepatan Eliminasi Tuberkulosis - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

208 Bhabinkamtibmas Polres Sragen Dibentuk Jadi Satgas Tracer TB Paru, Dukung Percepatan Eliminasi Tuberkulosis

Wednesday, 3 June 2026
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.

SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Komitmen mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui berbagai langkah konkret. Salah satunya dengan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pembentukan Satgas Tracer Polda Jateng Peduli TB Paru yang diikuti sebanyak 208 Bhabinkamtibmas Polres Sragen di Aula Polres Sragen, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari sebagai bagian dari implementasi Program Polda Jawa Tengah Peduli TB Paru. Program ini melibatkan jajaran kepolisian hingga tingkat desa dengan menggandeng Dinas Kesehatan serta berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan.

Inisiatif tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung upaya pemerintah menekan penyebaran Tuberkulosis melalui deteksi dini, pelacakan kontak erat, edukasi kepada masyarakat, serta pendampingan pasien secara berkesinambungan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Karumkit Bhayangkara Surakarta Kompol dr. Arif Tria bersama tim, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Endang Suryandari beserta jajaran, perwakilan RSUD Sragen dr. Imron Riyatno dan tim, petugas Program TBC Puskesmas Sragen Kota Dwi Suprapti beserta tim, serta petugas CKG Puskesmas Sragen Nining Endang Sri Wahyuni bersama tenaga kesehatan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai Tuberkulosis yang disampaikan oleh tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen. Materi yang diberikan mencakup cara penularan penyakit, pentingnya menyelesaikan pengobatan hingga tuntas, metode pelacakan kontak erat, serta peran lintas sektor dalam mendukung target eliminasi TBC nasional.

Selain itu, para Bhabinkamtibmas juga mendapatkan pembekalan teknis terkait tugas dan tanggung jawab mereka sebagai anggota Satgas Tracer Polda Jateng Peduli TB Paru. Nantinya, mereka akan bersinergi dengan tenaga kesehatan di wilayah binaan masing-masing untuk mendukung penanganan kasus TBC di masyarakat.

Setelah sesi pembekalan, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim medis gabungan. Pemeriksaan meliputi registrasi dan verifikasi data kesehatan, pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kondisi fisik, skrining risiko penyakit menular, konsultasi kesehatan, hingga evaluasi kondisi personel.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Ratusan Bhabinkamtibmas yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian di desa dan kelurahan tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan serius sebagai bekal menjalankan tugas kemanusiaan di bidang kesehatan masyarakat.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan bahwa pembentukan Satgas Tracer Polda Jateng Peduli TB Paru merupakan wujud nyata kolaborasi antara Polri dan sektor kesehatan dalam mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis.

Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan menjadi kekuatan penting untuk membantu pemerintah menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Melalui program tersebut, para Bhabinkamtibmas akan berperan dalam pendataan kasus, pelacakan kontak erat, edukasi kesehatan kepada masyarakat, serta pendampingan bagi pasien dan keluarganya. Mereka juga akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Sidokes Polres Sragen, rumah sakit, dan puskesmas agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh.

Kapolres juga menyampaikan bahwa kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penyebaran informasi kesehatan sekaligus mengurangi stigma terhadap penderita TBC.

Dengan terbentuknya 208 personel Satgas Tracer Polda Jateng Peduli TB Paru di lingkungan Polres Sragen, upaya pelacakan kasus, pendataan kontak erat, edukasi kesehatan, hingga pengawasan kepatuhan pengobatan pasien diharapkan semakin efektif dan mampu menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sragen.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung program kesehatan nasional. Melalui jaringan Bhabinkamtibmas yang tersebar hingga pelosok desa, kolaborasi antara kepolisian dan tenaga kesehatan diharapkan mampu mempercepat terwujudnya masyarakat yang sehat serta Indonesia yang bebas dari Tuberkulosis. (Joko S)