Pramuka Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Wabup Bojonegoro Tekankan Peran Nyata di Masyarakat - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Pramuka Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Wabup Bojonegoro Tekankan Peran Nyata di Masyarakat

Saturday, 18 April 2026

Pramuka Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan, Wabup Bojonegoro Tekankan Peran Nyata di Masyarakat

BOJONEGORO –Jatim.wartaglobal.id -  Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat peran strategis Gerakan Pramuka sebagai mitra pembangunan sosial pada tahun 2026. 

Komitmen ini ditegaskan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pramuka yang digelar di Gedung Lemdikacab Bojonegoro, Kamis (16/4/2026).

Dalam arahannya, Wabup memberikan apresiasi atas kontribusi Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda.

 Menurutnya, Pramuka memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang disiplin, tangguh, serta mampu bersaing di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Semangat pantang menyerah yang dimiliki anggota Pramuka harus terus dijaga dan dikembangkan. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Selain pembinaan karakter, Rakercab juga memaparkan capaian dukungan pembiayaan kegiatan Pramuka dari berbagai kwartir ranting.

 Dana yang berhasil dihimpun mencapai puluhan juta rupiah dan akan digunakan untuk memperkuat operasional serta program pembinaan kepramukaan di seluruh wilayah Bojonegoro.

Di sisi lain, Pemkab Bojonegoro menyoroti sejumlah program prioritas pembangunan tahun 2026.

 Fokus utama meliputi peningkatan akses pendidikan, dengan target menekan angka anak tidak sekolah yang saat ini masih sekitar 5.610 anak usia sekolah.

Pemerintah juga mendorong percepatan sertifikasi tanah aset guna memperkuat legalitas dan mendukung pembangunan infrastruktur.

 Selain itu, program perbaikan rumah tidak layak huni menjadi perhatian serius, mengingat masih terdapat sekitar 7.529 unit yang membutuhkan penanganan.

Upaya pemenuhan akses listrik bagi masyarakat turut menjadi prioritas, melalui pendataan dan kolaborasi lintas sektor guna memastikan seluruh warga dapat menikmati layanan dasar tersebut.

Dalam konteks ini, Pramuka diharapkan tidak hanya berperan sebagai organisasi pembinaan, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi sosial di masyarakat. 

Mulai dari pendataan warga, gotong royong perbaikan rumah, hingga edukasi lingkungan dan penguatan kemandirian pangan.

Menutup kegiatan, Nurul Azizah mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global, termasuk potensi dampak geopolitik yang dapat memicu kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diajak memperkuat kemandirian, salah satunya dengan memanfaatkan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Kolaborasi antara pemerintah dan Pramuka menjadi kunci. Dengan sinergi yang kuat, pembangunan di Bojonegoro akan semakin inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya berkarakter kuat, tetapi juga siap menghadapi berbagai tantangan masa depan. (Prokopim)