Tradisi Nyekar Jelang Idulfitri, Warga Mejoyo Padati Makam RW 07 Kalirungkut Surabaya - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Tradisi Nyekar Jelang Idulfitri, Warga Mejoyo Padati Makam RW 07 Kalirungkut Surabaya

Friday, 20 March 2026
Tradisi Nyekar Jelang Idulfitri, Warga Mejoyo Padati Makam RW 07 Kalirungku

SURABAYA - Warta Global Jatim.id — Tradisi nyekar atau ziarah kubur dengan mengirim doa kepada orang tua dan leluhur terus dilestarikan oleh masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H ini. Tradisi ini tidak hanya dilakukan rutin setiap malam Jumat, tetapi juga semakin ramai menjelang hari besar keagamaan.


Seperti yang terlihat di kawasan Mejoyo, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Sejak kemarin hingga hari ini, seusai solat Asar hingga menjelang sore, ratusan peziarah tampak memadati area makam warga di lingkungan RW 07 mejoyo.
Warga memadati makam mejoyo

Warga datang secara bergantian untuk berdoa, membaca tahlil, serta menabur bunga di pusara keluarga dan leluhur mereka. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa di area pemakaman, meskipun jumlah peziarah terus meningkat.

Makam mejoyo ramai peziarah

diantara Dalil-Dalil Ziarah Kubur:

Hadis Riwayat Muslim (dari Buraidah RA): Rasulullah SAW awalnya melarang, kemudian memerintahkan ziarah kubur untuk tujuan peringatan akan akhirat.
Hadis Riwayat Muslim (tentang Ziarah Kubur Bunda Nabi): Rasulullah diizinkan menziarahi makam bundanya, yang kemudian menjadi landasan kebolehan ziarah.
Hadis Riwayat Hakim: Menegaskan manfaat ziarah: "...sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan air mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk".
Adab Ziarah (HR. An-Nasa'i): Mengucapkan salam kepada ahli kubur dan mendoakan kesejahteraan mereka. 

Tradisi nyekar ini menjadi bagian dari kearifan lokal yang tidak hanya mempererat hubungan spiritual kepada leluhur, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Selain itu, momentum menjelang Idulfitri dimanfaatkan warga untuk membersihkan area makam sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah wafat.

Dengan tetap menjaga ketertiban dan kebersihan, masyarakat berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus sarana memperkuat nilai religius di tengah kehidupan modern.(red-)