Jatim.wartaglobal.id|Kota Batu, Minggu (8/3/2026)
#PUNKBERBAGI DI DEPAN PONDOK SENI GALERI RAOS, JALAN GAJAHMADA KOTA BATU – MINGGU (8/3/2026). DALAM ACARA TERSEBUT, KOMUNITAS PUNK KOTA BATU MEMBAGIKAN TAKJIL GRATIS KEPADA MASYARAKAT DAN MEMBERIKAN SANTUNAN KEPADA 10 PENYANDANG DISABILITAS, DIHIASI PERFORM MUSIK NGABUBURIT DARI BAND BRAIN WASH, JENXTRI PUNK, STREITHENS, BARTENDER DISORDER, MORAL MARIT, DAN POWER OF DISABILITY. KEGIATAN YANG DIDUKUNG OLEH PEMERINTAH KOTA BATU, KOMUNITAS, PIHAK SWASTA, DAN MEDIA PARTNER TERIMA SAMBUTAN HANGAT DARI MASYARAKAT
Pada hari pertengahan Bulan Suci Ramadan 1447 H, Minggu (8/3/2026), komunitas punk Kota Batu menggelar aksi sosial berbagi takjil gratis dan memberikan santunan kepada penyandang disabilitas. Kegiatan yang digagas oleh band underground Brain Wash berlangsung di depan Pondok Seni Galeri Raos, Jalan Gajahmada sekitar perempatan BCA Kota Batu, dengan mengusung tagline #punkberbagi #punkpeduli dan dihiasi dengan musik ngabuburit dari berbagai band punk lokal serta Power of Disability, band penyandang disabilitas.
Bulan Ramadan menjadi momentum istimewa bagi berbagai pihak untuk menebar kebaikan, karena pahala amal akan dilipatgandakan. Meski dikenal sebagai komunitas underground, para musisi punk Kota Batu menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal aliran musik, dengan turut berpartisipasi dalam berbagi kebahagiaan dan keberkahan dengan niat ikhlas.
Kegiatan yang melibatkan pembagian ratusan takjil kepada masyarakat umum dan santunan bagi 10 penyandang disabilitas berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat dari pengguna jalan serta warga Kota Batu. Bantuan tidak hanya berupa makanan dan minuman untuk berbuka puasa, namun juga menjadi simbol rasa kepedulian dan kebersamaan di bulan penuh berkah ini.
Kurowo, vokalis sekaligus gitaris Brain Wash, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari rangkaian agenda sosial mereka selama Ramadan. "Kami hanya ingin berbagi kebahagiaan bersama komunitas punk Kota Batu. Semua biaya berasal dari hasil penjualan merchandise kaos band, sebagian digunakan untuk takjil dan sisanya untuk santunan, termasuk 10 kaos untuk lebaran," ujarnya kepada awak media.
Pelaksanaan kegiatan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Komunitas Batu Punk Division turut membantu dalam berbagai aspek, sementara media partner se-Malang Raya mendukung melalui publikasi. Pemerintah Kota Batu juga turut berpartisipasi; Wali Kota H. Nurochman membeli kaos band, Wakil Wali Kota H. Heli Suyanto melalui Diskominfo memberikan sambutan, dan Dinas Sosial memberikan 10 karung beras untuk penyandang disabilitas.
Band punk lain di Kota Batu juga bahu-membahu berkontribusi. Moral Marit menyediakan makanan untuk berbuka bersama penyandang disabilitas, JenxTri Punk dan Streithens menyumbang takjil, Streithens juga menyewa alat musik dan memberikan kaos lebaran, serta Bartender Disorder yang menyumbang takjil dan mencetak banner. Keikutsertaan mereka menunjukkan nilai kebersamaan dan kesetaraan dalam komunitas.
Tak hanya dari dalam komunitas dan pemerintah, aksi berbagi ini juga mendapat dukungan dari pihak swasta, lawyer, dan kantor hukum se-Malang Raya. Kurowo mengaku tidak menyangka akan banyaknya dukungan yang datang, yang menjadi bukti bahwa semangat berbagi dapat menyatukan berbagai lapisan masyarakat untuk tujuan yang baik.[fer]


.jpg)