Menjaga Marwah Wartawan, Warisan Pejuang dan Tanggung Jawab Generasi Gen Z - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Menjaga Marwah Wartawan, Warisan Pejuang dan Tanggung Jawab Generasi Gen Z

Friday, 6 March 2026


OPINI :Warta Global Jatim.id

Nganjuk.Jum,at 6 Maret 2026 

Ditulis Ki RM.Sutomo Sastro Kusumo.

Marwah wartawan bukan sekadar citra profesi, melainkan warisan nilai luhur yang dibangun dengan darah dan keringat oleh para pendahulu di era perjuangan. Bagi generasi Gen Z saat ini, menjaga marwah tersebut bukan sekadar kewajiban profesional, melainkan tanggung jawab moral untuk meneruskan semangat perjuangan yang telah ada sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan.

Di masa perjuangan, wartawan bukan hanya pelapor berita, melainkan pejuang kemerdekaan yang menggunakan pena sebagai senjata untuk melawan penjajahan dan menyuarakan kebenaran. Mereka menghadapi risiko besar, mulai dari penangkapan, penjara, hingga pengusiran, namun tetap teguh pada prinsipnya.

- Tirto Adhi Soerjo: Dikenal sebagai Bapak Pers Nasional, ia mendirikan surat kabar Medan Prijaji pada tahun 1907 yang menjadi suara rakyat pribumi untuk menentang kebijakan kolonial. Tirto membuktikan bahwa pers dapat menjadi kekuatan untuk membangkitkan kesadaran nasional.
- Roehana Koeddoes: Wartawati pertama Indonesia yang mendirikan surat kabar perempuan Sunting Melayu. Ia berperan penting dalam memberdayakan perempuan dan menyuarakan hak-hak mereka di era yang masih membatasi akses perempuan ke ruang publik.
- Samaun Bakri: Teman akrab Soekarno yang bekerja sebagai wartawan di Persamaan. Ia berani mengkritik kebijakan kolonial sehingga diusir dari tanah kelahirannya, namun tetap tidak menyerah dalam memperjuangkan kemerdekaan.
- Aristides Katoppo: Simbol perlawanan di era Orde Baru, ia sebagai pemimpin redaksi Sinar Harapan berani menulis tanpa kompromi terhadap kebijakan pemerintah yang tidak adil, meskipun harus menghadapi tekanan dan pembredelan.

Para tokoh ini membangun marwah wartawan atas dasar keberanian, integritas, dan kesetiaan pada kepentingan rakyat dan bangsa. Marwah tersebut menjadi fondasi yang harus dihormati dan diteruskan oleh generasi selanjutnya.

Generasi wartawan Gen Z saat ini tumbuh di era digital yang penuh dengan perubahan dan tantangan baru. Derasnya arus informasi di media sosial, penyebaran berita hoaks dan disinformasi, tekanan dari berbagai kepentingan, serta tuntutan untuk bekerja cepat dan adaptif menjadi tantangan yang harus dihadapi. Selain itu, perkembangan teknologi juga mengubah cara kerja wartawan, mulai dari cara mengumpulkan informasi, menyunting berita, hingga menyampaikannya kepada masyarakat.

Namun, meskipun tantangannya berbeda dengan masa perjuangan, tanggung jawab untuk menjaga marwah wartawan tetap sama.Generasi Gen Z  harus tetap berpegang pada nilai-nilai luhur yang dibangun oleh para pendahulu, seperti kebenaran, akurasi, objektivitas, dan independensi. Mereka juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat, serta melawan penyebaran berita palsu dan disinformasi.

Menjaga marwah wartawan sangat penting bagi Gen Z karena wartawan merupakan pilar keempat demokrasi yang berperan dalam menyampaikan informasi yang akurat, mengawasi kekuasaan, dan memperjuangkan keadilan. Jika marwah wartawan tercoreng, kepercayaan publik terhadap media akan menurun, yang dapat berdampak buruk pada demokrasi dan stabilitas negara.

Selain itu, menjaga marwah wartawan juga penting untuk melindungi hak-hak wartawan dalam menjalankan tugasnya. Wartawan yang memiliki marwah yang baik akan lebih dihormati dan dilindungi oleh masyarakat dan pemerintah, sehingga mereka dapat bekerja dengan bebas dan aman.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh generasi wartawan Gen Z saat ini untuk menjaga marwah wartawan, antara lain:
*Berpegang pada Kode Etik Jurnalistik : Kode Etik Jurnalistik merupakan pedoman yang harus diikuti oleh setiap wartawan dalam menjalankan tugasnya. Dengan berpegang pada kode etik, Gen Z wartawan dapat menjaga integritas dan profesionalisme mereka.
*Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Diri: Gen Z wartawan harus terus belajar dan meningkatkan kualitas dan kapasitas diri mereka agar dapat bekerja dengan lebih baik dan profesional. Mereka juga harus memahami perkembangan teknologi dan tren di dunia jurnalistik.
*Menjaga Independensi dan Objektivitas: Gen Z wartawan harus menjaga independensi dan objektivitas mereka dalam menyampaikan informasi. Mereka tidak boleh terikat oleh kepentingan tertentu, baik politik, ekonomi, maupun sosial, dan harus selalu berpegang pada kebenaran.
*Melawan Penyebaran Berita Hoaks dan Disinformasi: Gen Z wartawan harus berperan aktif dalam melawan penyebaran berita hoaks dan disinformasi. Mereka harus memverifikasi informasi sebelum mempublikasikannya, dan menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.
*Membangun Kerjasama dan Solidaritas: Gen Z wartawan harus membangun kerjasama dan solidaritas antar sesama wartawan, serta dengan lembaga dan organisasi yang terkait dengan dunia jurnalistik. Dengan demikian, mereka dapat saling mendukung dan melindungi satu sama lain dalam menjalankan tugasnya.
*Menggunakan Teknologi dengan Bijak: Gen Z wartawan harus mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak untuk meningkatkan kualitas kerja mereka dan menyampaikan informasi yang lebih efektif kepada masyarakat. Mereka juga harus waspada terhadap risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi, seperti pelanggaran privasi dan penyebaran informasi palsu.

Menjaga marwah wartawan adalah tanggung jawab bersama, baik oleh generasi perjuangan maupun generasi Gen Z saat ini. Dengan menjaga marwah wartawan, kita dapat memastikan bahwa media tetap menjadi pilar keempat demokrasi yang kuat dan berperan dalam membangun masyarakat yang adil, demokratis, dan sejahtera.(Tomo)