Presiden Prabowo Tinjau Inovasi Pertanian Modern dan Hilirisasi di Karawang, 7 Januari 2026 Saksikan Alsintan Otonom hingga Demonstrasi Drone, Cicipi Produk Hasil Pertanian yang Dipamerkan - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Presiden Prabowo Tinjau Inovasi Pertanian Modern dan Hilirisasi di Karawang, 7 Januari 2026 Saksikan Alsintan Otonom hingga Demonstrasi Drone, Cicipi Produk Hasil Pertanian yang Dipamerkan

Saturday, 10 January 2026
presiden Prabowo tinjau alsitan karawang
 
Wartaglobal.id|Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian Panen Raya. Siapa yang melakukan: Kepala Negara sendiri yang melaksanakan kunjungan. Kapan dan di mana: Kegiatan berlangsung di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada Rabu, 7 Januari 2026. Apa yang ditinjau: Presiden menyaksikan langsung pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) otonom seperti traktor dan rice transplanter, demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta pemanfaatan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.
 

 
Selain teknologi pertanian di tingkat produksi, Presiden juga mengunjungi bagian pameran yang fokus pada pengolahan hasil komoditas pertanian dan perkebunan. Apa yang ada di pameran: Pameran Hilirisasi Pertanian menampilkan beragam inovasi produk olahan dari hasil bumi. Bagaimana partisipasi Presiden: Kepala Negara tidak hanya melihat pameran, tetapi juga turut mencicipi sejumlah produk hasil pertanian dan perkebunan yang ditampilkan.
 

 
Di antara berbagai inovasi yang dipamerkan, salah satu yang menarik perhatian adalah pengembangan produk dari gambir. Siapa yang menjelaskan: Muhammad Makky dari Universitas Andalas yang menjadi narasumber terkait komoditas ini. Mengapa penting: Ia menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis yang sangat besar bagi perekonomian nasional.
 

 
"Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lainnya. Jadi itu merupakan suatu tanaman endemik dan keunggulan karena tidak ada pesaing dari negara lain," ujar Muhammad Makky dalam keterangan terpisah. Apa yang disampaikan: Pernyataan tersebut menyoroti keunikan komoditas gambir yang menjadi keunggulan kompetitif alami Indonesia. Mengapa ini menjadi keunggulan: Tidak adanya pesaing dari luar negeri memberikan peluang besar untuk mengembangkan sektor ini.
 

 
Muhammad Makky juga menjelaskan proses pengolahan gambir yang menjadi dasar bagi berbagai produk olahannya. Bagaimana cara pengolahan: Gambir diolah dari daun yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta, yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Apa yang terkandung: Di dalam bongkahan gambir terdapat dua komponen aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang memiliki permintaan tinggi di pasar dunia.
 

 
Namun demikian, potensi nilai tambah dari gambir belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh Indonesia. Apa kondisi saat ini: Selama ini negara masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan yang belum diolah lebih lanjut. Mengapa ini menjadi masalah: Akibatnya, nilai tambah yang lebih besar justru dinikmati oleh negara lain yang melakukan pengolahan lebih lanjut setelah mengimpornya.
 

 
Oleh karena itu, Muhammad Makky mengajukan harapan terkait pengembangan industri hilirisasi gambir di dalam negeri. Apa yang diharapkan: Ia berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah untuk mendirikan dan mengembangkan industri hilirisasi gambir. Bagaimana bentuk dukungan yang diinginkan: Dukungan melalui kebijakan dari Presiden, Pembantu Presiden, Menteri, serta struktur pemerintah terkait lainnya untuk membuka kesempatan pengembangan sektor ini.
 

 
"Harapannya tentu Bapak Presiden dan melalui Pembantu Presiden, Menteri, dan struktur lainnya memberikan kesempatan dibukanya industri hilirisasi gambir, khususnya di sentra produksi yaitu di Sumatra Barat dan juga Sumatra Utara," tambahnya. Di mana lokasi yang disarankan: Pengembangan industri diusulkan dilakukan di daerah penghasil utama gambir agar lebih efisien dan dapat memberikan manfaat langsung kepada petani lokal. Mengapa memilih sentra produksi: Lokasi sentra produksi akan memudahkan akses bahan baku dan meningkatkan daya saing produk akhir.
 

 
Kunjungan dan peninjauan Presiden terhadap inovasi pertanian modern dan hilirisasi ini menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap penguatan sektor pertanian. Apa maknanya: Kegiatan ini tidak hanya memperlihatkan kemajuan teknologi di bidang pertanian, tetapi juga menjadi ajang untuk mendengar aspirasi pelaku usaha dan akademisi terkait pengembangan nilai tambah produk pertanian nasional. Bagaimana harapan ke depannya: Diharapkan dukungan pemerintah akan membuka peluang baru bagi komoditas strategis seperti gambir untuk bersaing di pasar global dan meningkatkan pendapatan masyarakat serta devisa negara.[fer]