Diduga Kelaparan, Pencari Rumput Temukan Korban Meninggal Dunia di Kebun Tebu - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Diduga Kelaparan, Pencari Rumput Temukan Korban Meninggal Dunia di Kebun Tebu

Friday, 31 May 2024
SRAGEN, WARTAGLOBAL.id -- Sebuah tragedi menyelimuti Dukuh Bulurejo, Desa Ngrombo, Plupuh, Sragen Jateng, ketika seorang laki-laki paruh baya ditemukan meninggal dunia di tengah kebun tebu pada Kamis (30/5/2024). Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pencari rumput.

Kapolsek Plupuh, Sragen, AKP Suparno, mengungkapkan bahwa korban, bernama Paiman (58), warga Dukuh Ketap, Desa Ngrombo, Plupuh, Sragen, ditemukan setelah meninggalkan rumahnya menuju ke sawah pada Kamis (23/5/2024) lalu.

Warga sekitar melihat Paiman pergi ke sawah dan bahkan melihatnya duduk di ladang. Namun, keesokan harinya, ia tak kembali. Setelah beberapa hari pencarian, anak Paiman akhirnya melaporkan kepergian ayahnya pada Senin (27/5/2024).

Upaya pencarian yang melibatkan aparat setempat dan warga desa akhirnya membuahkan hasil ketika jenazah Paiman ditemukan pada Kamis (30/5/2024) sekitar pukul 14.00 WIB oleh seorang pencari rumput.
Lokasinya hanya berjarak 200 meter dari rumahnya, di perkebunan tebu di Dukuh Bulurejo.

Setelah pemeriksaan forensik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah Paiman. Polisi menduga bahwa ia meninggal karena kelaparan, dengan perkiraan waktu kematiannya sekitar lima hari sebelum penemuan jenazahnya karena bau yang tidak sedap.

“Temuan jenazah itu dilaporkan ke Polsek Plupuh. Kami mengajak keluarga korban untuk mengecek jenazah itu dan ternyata benar, jenazah itu merupakan Paiman yang dicari-cari beberapa hari terakhir. 
Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (31/5/24).

Jenazah Paiman kemudian disucikan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen sebelum diserahkan kepada keluarga untuk pemakaman. Polisi memberikan pengawalan sampai ke tempat pemakaman sebagai tanda penghormatan terakhir.

(Joko Susilo)