KIRAB PATAKA RESOLUSI JIHAD HARI SANTRI NASIONAL 2026: DARI TEBUIRENG MENUJU SURABAYA, 99 MOTOR BANSER KAWAL SEMANGAT PERJUANGAN ULAMA - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

KIRAB PATAKA RESOLUSI JIHAD HARI SANTRI NASIONAL 2026: DARI TEBUIRENG MENUJU SURABAYA, 99 MOTOR BANSER KAWAL SEMANGAT PERJUANGAN ULAMA

Thursday, 22 October 2026
Kirab Naskah/Pataka Resolusi Jihad. 
JOMBANG–MOJOKERTO–SIDOARJO–SURABAYA, WARTA GLOBAL JATIM.ID – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (22/10/2026), berlangsung dengan semangat perjuangan dan penghormatan terhadap sejarah bangsa melalui Kirab Naskah/Pataka Resolusi Jihad. Kegiatan ini dimulai dari Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, dan bergerak melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga berakhir di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.


Kirab tersebut menjadi simbol napak tilas perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 kembali diteguhkan sebagai warisan sejarah yang harus dijaga dan diteruskan oleh generasi penerus bangsa.

DIMULAI DARI PESANTREN TEBUIRENG, JOMBANG

Rangkaian kegiatan diawali dengan Apel Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Apel tersebut dipimpin oleh Ketua Umum PBNU, Gus Kikin, sebelum perjalanan kirab dilanjutkan menuju Surabaya.

Tebuireng memiliki kedudukan penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama dan perjuangan bangsa Indonesia. Dari lingkungan pesantren inilah nilai keilmuan, keikhlasan, pengabdian, dan kecintaan terhadap Tanah Air terus diwariskan kepada para santri.

Kirab Naskah/Pataka Resolusi Jihad menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran ulama, santri, dan masyarakat yang bersatu menghadapi ancaman terhadap kedaulatan bangsa.

MELINTASI MOJOKERTO DAN SIDOARJO MENUJU SURABAYA

Dari Jombang, rombongan kirab menempuh perjalanan darat melalui wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, kemudian Kabupaten Sidoarjo, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kantor PWNU Jawa Timur dan titik akhir di Kantor PCNU Kota Surabaya.

Perjalanan lintas daerah ini merefleksikan kesinambungan perjuangan dan pengabdian warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pataka Resolusi Jihad yang dikirab menjadi simbol pengingat bahwa semangat perjuangan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Nilai-nilai yang diwariskan para ulama harus diwujudkan melalui pengabdian nyata, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga perdamaian dan keutuhan bangsa.

99 MOTOR BANSER KAWAL KIRAB RESOLUSI JIHAD

Salah satu unsur penting dalam kegiatan ini adalah pengerahan 99 sepeda motor Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk mengawal perjalanan kirab.

Angka 99 dimaknai sebagai simbol yang merepresentasikan Asmaul Husna, yakni 99 nama Allah SWT, sekaligus sarat dengan nilai spiritual dan semangat pengabdian.

Keterlibatan Banser dalam pengawalan kirab menunjukkan komitmen kader Gerakan Pemuda Ansor untuk mendukung kelancaran kegiatan keagamaan dan kebangsaan, sekaligus menjaga marwah perjuangan para ulama.

Pengawalan tersebut juga mencerminkan kedisiplinan, kesiapsiagaan, solidaritas, dan jiwa korsa kader Banser dalam menjalankan tugas organisasi serta berkhidmat kepada masyarakat.

SATKORCAB BANSER SURABAYA, TERMASUK SATSUS BALANTAS, AMBIL PERAN AKTIF

Di wilayah Kota Surabaya, Satkorcab Banser Surabaya turut mengambil peran aktif dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Kirab Naskah/Pataka Resolusi Jihad Hari Santri Nasional 2026.


Keterlibatan tersebut mencakup dukungan personel Banser dalam menyukseskan agenda organisasi dan membantu kelancaran rangkaian kegiatan sesuai pembagian tugas di lapangan.

Secara khusus, Satuan Khusus Banser Lalu Lintas (Satsus Balantas) Satkorcab Banser Surabaya turut ambil bagian dalam mendukung kegiatan tersebut. Peran unsur Balantas menjadi penting dalam membantu pengaturan dan kelancaran pergerakan rombongan kirab, terutama ketika melintasi jalur perkotaan dan menuju lokasi kegiatan di Surabaya.

Partisipasi Banser Surabaya beserta unsur khususnya merupakan wujud nyata khidmah kader Ansor-Banser dalam menjaga tradisi perjuangan Nahdlatul Ulama sekaligus mendukung kegiatan yang membawa pesan keagamaan dan kebangsaan.

Semangat Satu Barisan, Satu Komando, Menjaga Ulama, Membenteng Bangsa menjadi landasan pengabdian kader Banser dalam setiap tugas organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

KANTOR PWNU JATIM DAN PCNU SURABAYA MENJADI TITIK PENTING RESEPSI

Rangkaian kirab dijadwalkan melewati Kantor PWNU Jawa Timur dan berakhir di Kantor PCNU Kota Surabaya. Kedua lokasi tersebut menjadi titik penting dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Kantor PCNU Surabaya yang memiliki nilai historis bagi perjalanan organisasi di Kota Pahlawan menjadi tempat yang sarat makna untuk meneguhkan kembali komitmen warga Nahdliyin dalam meneruskan perjuangan ulama.

Momentum ini sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa Surabaya memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk peristiwa 10 November 1945 yang melibatkan berbagai elemen bangsa, termasuk ulama dan santri.

Melalui kirab ini, semangat Resolusi Jihad diharapkan terus hidup dalam sikap cinta Tanah Air, persaudaraan, toleransi, dan tanggung jawab menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

HARI SANTRI, MOMENTUM MENERUSKAN PERJUANGAN ULAMA

Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar mengenang peristiwa bersejarah, melainkan momentum untuk memperkuat peran santri dalam menghadapi tantangan zaman.

Santri diharapkan terus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Sementara itu, organisasi kepemudaan dan badan otonom Nahdlatul Ulama, termasuk Gerakan Pemuda Ansor dan Banser, memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan melalui pengabdian yang nyata.

Kirab Naskah/Pataka Resolusi Jihad dari Tebuireng hingga Surabaya menjadi simbol bahwa perjuangan para ulama tidak berhenti pada masa lalu. Semangat tersebut harus terus menyala dalam menjaga agama, bangsa, kemanusiaan, dan persatuan Indonesia.

Dari Tebuireng untuk Indonesia. Merawat Resolusi Jihad, Menguatkan Semangat Santri, Menjaga NKRI.

WARTA GLOBAL JATIM.ID
JAWA TIMUR — MEDIA CEPAT, AKURAT & TERPERCAYA

Pimpinan Redaksi:
NUR CHOLIS, C.JI., C.LWI