Tingkatkan IPLM dan TKM, Pemkab Pekalongan Gelar Festival Literasi - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Tingkatkan IPLM dan TKM, Pemkab Pekalongan Gelar Festival Literasi

Saturday, 22 August 2026
Bunda Literasi Jawa Tengah Hj. Nawal Nur Arofah, M.Si memukul Gong saat Pembukaan Festival Literasi di Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/08/2028)


PEKALONGAN, WARTAGLOBAL.id --
Dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di kalangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan (Pemkab) Pekalongan menyelenggarakan Festival Literasi. Kegiatan digelar mulai 20 hingga 26 Agustus 2026, di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan. 
 
Bunda Literasi Jawa Tengah Hj. Nawal Nur Arofah, M.Si dalam sambutan saat menghadiri Pembukaan Festival Literasi di Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/08/2028)  menyampaikan evaluasi objektif terkait kondisi literasi di Kabupaten Pekalongan berdasarkan data BPS tahun 2025. Data menunjukkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Pekalongan masih menduduki peringkat  ke-2 terendah di Jawa Tengah dengan skor 4,71. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) berada di posisi terbawah se-Jawa Tengah dengan skor 53,03.

Evaluasi juga mencatat bahwa dari total 285 desa/kelurahan di Kabupaten Pekalongan, baru 183 desa yang memiliki perpustakaan desa, dan baru 11 perpustakaan (sekitar 6%) yang telah terakreditasi. Selain itu, angka partisipasi kasar anak usia 0–6 tahun di tingkat PAUD tercatat masih di bawah 40%.

Menanggapi tantangan tersebut, Hj. Nawal Taj Yasin mendorong Pemkab Pekalongan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengisian instrumen IPLM bagi sekolah dan dinas terkait. Dia juga memberikan solusi konkret berupa integrasi fasilitas membaca dengan layanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM).

“Jika 102 desa belum bisa membangun gedung perpustakaan mandiri, kita bisa menitipkan pojok baca dan layanan literasi digital di Posyandu. Sesuai aturan pusat, Posyandu kini mencakup layanan pendidikan dan PAUD, sehingga ini menjadi jalan pintas yang sangat efektif," ujarnya. 


Lebih lanjut, Hj. Nawal menekankan bahwa tantangan era Revolusi Industri 4.0 mensyaratkan masyarakat tidak hanya mahir membaca teks fisik, tetapi juga bijak menghadapi disrupsi teknologi digital. 

Dia menggarisbawahi pentingnya mengajarkan anak-anak berpikir kritis (critical thinking) sejak dini agar mampu menyaring informasi yang akuntabel dan kredibel.

Melalui berbagai upaya peningkatan literasi masyarakat yang dilakukan Pemkab Pekalongan, Nawal berharap IPLM dan TKM masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa meningkat. “Semoga dapat melesat hingga ke peringkat ke-2 teratas,” ungkapnya. 

Festival Literasi di Kabupaten Pekalongan kali ini mengusung tema utama “Menyalakan Aksara, Menggerakkan Masa Depan”, perhelatan literasi yang akan berlangsung selama sepekan ini dirancang sebagai momentum refleksi sekaligus akselerasi masif dalam menumbuhkan budaya membaca dan kecakapan digital masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut digelar Pelantikan Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan , Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd (isteri Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S.) oleh Plt Bupati yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, S.TP.


Dalam pembukaan festival  juga digelar pelantikan dan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan. 

Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan, Ny. Galuh Sukirman mengungkapkan, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi berjenjang untuk menggerakkan literasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Dia menegaskan bahwa amanah gerakan literasi harus berjalan secara terstruktur dan berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga nantinya diteruskan ke tingkat desa. “Kita tidak bisa bekerja hanya dari satu level saja, melainkan harus berkolaborasi secara terstruktur sampai ke pelosok desa untuk meningkatkan literasi masyarakat Pekalongan,” ungkap Galuh dalam kegiatan tersebut. 

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan program literasi di seluruh tingkatan wilayah. Menurutnya, bimbingan dari para Bunda Literasi sangat dibutuhkan untuk mengarahkan kegemaran digital generasi muda ke arah yang positif.

“Di pundak jajaran Bunda Literasi yang baru dilantik, mari bersama-sama kita gandeng generasi Gen-Z yang kecakapan digitalnya tinggi agar tetap menjadikan buku sebagai jendela pengetahuan dunia,” tutur Ari Lailani.


Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan, Indria Madyawati, S.E., M.M. menyebutkan, rangkaian kegiatan Festival Literasi yang digelar sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 berupa  Bazar Buku, Gelar Wicara, Beauty Class, Bedah Buku bersama Pengarang “Coretan Lena” Penulis Indonesia, Bimtek Membaca Nyaring, Lomba Mewarnai dan Pentas Seni. 

Gelar Wicara diselenggarakan di Halaman Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/08/2026) setelah acara Pembukaan dan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan. Gelar Wicara memberikan literasi keuangan kepada masyarakat, menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. 

Acara dilanjukan dengan Pertunjukan seni tari, dari siang hingga sore hari. Informasi rangkaian acara lebih detil bisa cek reel Instagram resmi Kabupaten Pekalongan @kab_pekalongan
  
Dalam Pembukaan Festival Literasi juga digelar penyampaian penghargaan kepada para juara lomba yang telah digelar sebelumnya. Indria Madyawati mengatakan, melalui ajang perlombaan literasi tahunan yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Perpusnas, seperti lomba video konten, resensi buku, menulis, dan mendongeng, pihaknya akan memaksimalkan peran para pemenang untuk diterjunkan langsung di tengah masyarakat.

“Anak-anak muda pemenang lomba akan kami maksimalkan perannya untuk menjadi agen-agen literasi di masyarakat guna menginspirasi kawan-kawan sebaya mereka,” ujarnya. ( Ari )