Pemkab Karanganyar Tebar 15.000 Benih Ikan di Dua Waduk, Perkuat Kelestarian Ekosistem Perairan - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Pemkab Karanganyar Tebar 15.000 Benih Ikan di Dua Waduk, Perkuat Kelestarian Ekosistem Perairan

Saturday, 22 August 2026
Bupati Karanganyar, Rober Christanto saat menebar 15.000 Benih Ikan di Dua Waduk, Jumat (21/8/26).


KARANGANYAR, WARTAGLOBAL.id -- Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus mendorong pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui penebaran 15.000 ekor benih ikan di dua waduk strategis, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Penebaran benih dilakukan di Waduk Salung dan Waduk Nglurah Tanthi, Kecamatan Jatiyoso.

Di Waduk Salung, kegiatan dihadiri langsung Bupati Karanganyar Rober Christanto. Sementara penebaran di Waduk Nglurah Tanthi dilakukan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jatiyoso.

Masing-masing waduk mendapatkan 7.500 ekor benih ikan yang terdiri atas ikan nila, nilem, dan tawes. Benih tersebut merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengatakan pemilihan jenis ikan dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem perairan. Menurutnya, ikan nilem dan tawes bukan termasuk ikan predator sehingga relatif aman bagi keseimbangan lingkungan waduk.

"Ikan nilem dan tawes memakan bahan-bahan organik di dalam waduk. Keberadaannya secara alami membantu menekan proses pendangkalan perairan serta menjaga keseimbangan ekosistem," ujar Feriana.

Ia menambahkan, keberadaan ikan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus mendukung aktivitas masyarakat. Waduk Salung, misalnya, selama ini juga dimanfaatkan warga sebagai lokasi rekreasi dan memancing.

Feriana mengingatkan masyarakat agar tidak menangkap ikan menggunakan metode yang dapat merusak ekosistem. Penggunaan setrum, racun kimia, maupun jaring dengan mata terlalu kecil dilarang karena berpotensi mematikan ikan, termasuk benih yang baru ditebar.

"Kami sangat berharap masyarakat tidak mencari ikan menggunakan setrum atau racun karena bisa memusnahkan benih ikan yang masih kecil. Mari jaga ekosistem perairan bersama agar fungsi lingkungan hidup tetap lestari," tegasnya.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menilai penebaran benih ikan tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial dalam rangkaian peringatan kemerdekaan. Program tersebut, kata dia, harus mampu menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Jangan sampai peringatan kemerdekaan hanya menjadi seremoni. Kita ingin ada kegiatan yang memberikan manfaat nyata, salah satunya dengan menjaga ekosistem perairan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat," kata Rober.

Menurut Rober, terjaganya populasi ikan di waduk dapat memberikan manfaat ganda. Selain membantu mempertahankan keseimbangan ekosistem, sumber daya perairan yang dikelola secara bijak juga berpotensi dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kebutuhan pangan dan aktivitas ekonomi.

Karena itu, ia meminta masyarakat ikut bertanggung jawab menjaga kondisi waduk dengan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

"Ini harus kita jaga bersama. Kalau ekosistemnya baik, manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat," ujarnya.

Pemkab Karanganyar berharap penebaran benih tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelepasan ikan ke perairan. Pengawasan, kesadaran masyarakat, serta praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dinilai menjadi kunci agar populasi ikan dapat berkembang dan manfaat ekologis maupun ekonominya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (Joko S)