Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, saat meninjau barisan Anggota dalam Gelar Apel Ops Ketupat Candi 2026, Kamis (12/3/26).SRAGEN, WARTAGLOBAL.id --
Polres Sragen menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 dengan menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan bagi para pemudik yang melintasi maupun menuju wilayah Bumi Sukowati.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan enam pos yang tersebar di beberapa titik strategis. Pos tersebut meliputi Pos Terpadu di Alun-alun Sragen, Pos Pelayanan di Rest Area Tol 519 A dan 519 B, serta tiga Pos Pengamanan yang berada di Rest Area 538 A, Rest Area 538 B, dan wilayah Gemolong.
Selain itu, Polres Sragen juga mendirikan pos pemantauan di Pos Lalu Lintas Pungkruk yang berada di depan exit tol Pungkruk, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Pos ini difungsikan untuk memantau pergerakan kendaraan selama masa arus mudik maupun arus balik Lebaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres seusai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 yang digelar di halaman Mapolres Sragen pada Kamis (12/3/2026) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Dewiana juga mengutip pernyataan Kapolri terkait perkiraan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada tahun ini.
Menurutnya, jumlah pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut memang sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang, namun kesiapan pengamanan tetap dimaksimalkan agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Operasi Ketupat Candi 2026 sendiri akan dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026). Dalam operasi tersebut, ratusan personel gabungan dari berbagai instansi dilibatkan untuk memberikan pelayanan serta pengamanan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Kapolres juga menegaskan bahwa koordinasi dengan kepolisian di wilayah sekitar menjadi bagian penting dalam pengaturan arus kendaraan, terutama di wilayah perbatasan antar daerah.
“Kami berkolaborasi dengan polres-polres tetangga untuk pengaturan lalu lintas di daerah perbatasan. Kami selalu berkoordinasi apabila nantinya polres tetangga membutuhkan bantuan untuk penanganan kemacetan atau mengurai arus lalu lintas ketika terjadi penumpukan kendaraan,” jelas Dewiana.
Ia menambahkan, pihaknya juga memperhatikan kondisi infrastruktur jalan di beberapa jalur utama yang masih mengalami kerusakan. Hal tersebut menjadi perhatian karena Sragen merupakan salah satu daerah tujuan sekaligus jalur perlintasan penting bagi pemudik menuju wilayah Jawa Timur maupun daerah lain di kawasan Soloraya.
“Pemudik dengan tujuan akhir di Sragen cukup banyak sehingga kesiapan jalur-jalur utama menjadi penting. Selain itu, Sragen juga merupakan jalur perlintasan pemudik menuju Jawa Timur dan daerah Soloraya lainnya. Dari pantauan sementara kondisi masih aman,” pungkasnya. (Joko S)


.jpg)