“Pelayanan Rest Area 519 A Sragen Dikeluhkan Pemudik, Fasilitas Dinilai Tidak Optimal”
By
REDAKSI PUSAT
-
Tuesday, 24 March 2026
Rest Area 519 A Sragen Ngawi
Warta Global Jatim.id — Sragen Kesiapan Rest Area 519 A di Sragen dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026 patut dipertanyakan. Di tengah lonjakan pemudik, fasilitas dasar justru tidak berfungsi maksimal, memicu keluhan dan kekecewaan dari para pengguna jalan.
Pantauan langsung awak media pada Minggu, 23 Maret 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, menunjukkan kondisi yang jauh dari kata layak. Fasilitas toilet yang seharusnya menjadi kebutuhan utama pemudik justru dalam kondisi memprihatinkan—kotor, tersumbat, dan tidak berfungsi.
Antrian Terjadi Di Toilet Wanita Dan Pria rest Area 519 A
Sutrisno (54), pemudik asal Tulungagung, mengaku kecewa saat singgah di lokasi tersebut. Ia menemukan banyak urinal tersumbat dan mengeluarkan bau menyengat, bahkan sejumlah kran air tidak mengalir sama sekali.“Ini rest area besar, tapi fasilitasnya seperti tidak terurus. Bau sekali, airnya tidak keluar,” keluhnya.
Beberapah urinal mampet
Hal senada disampaikan Tedi (57), pemudik asal Solo. Ia menyoroti tidak adanya petugas kebersihan saat kondisi sedang padat-padatnya.
“Kalau sudah tahu ini musim mudik, harusnya ada petugas siaga. Tapi tadi sama sekali tidak terlihat cleaning service,” ujarnya.
Akibat buruknya pengelolaan, antrean panjang tak terhindarkan di area toilet. Ironisnya, tidak tampak petugas yang sigap mengurai atau menangani situasi di lapangan. Kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan minimnya kesiapan operasional.
Banyak pemudik yang berputar putar karena kurangnya petugas Dilapangan
Masalah tak berhenti di situ. Area parkir juga dikeluhkan semrawut dan tidak terorganisir. Banyak pemudik terpaksa berputar-putar mencari tempat parkir tanpa arahan jelas, akibat kurangnya adanya petugas pengatur di titik-titik strategis.
Upaya konfirmasi kepada pihak pengelola Rest Area 519 A melalui sambungan telepon tidak mendapatkan respons. Awak media kemudian menemui petugas Jasa Raharja di lokasi, Ismail, untuk meminta klarifikasi.
Alih-alih memberikan penjelasan atau permohonan maaf, jawaban yang diberikan justru terkesan normatif dan minim tanggung jawab.
“Namanya juga krodit saat ramai,” ujarnya singkat.
Pernyataan tersebut" dinilai tidak mencerminkan keseriusan dalam memberikan pelayanan publik, terlebih di momen krusial seperti arus mudik Lebaran yang setiap tahunnya sudah dapat diprediksi.
Kondisi ini menegaskan adanya dugaan kelalaian dalam manajemen pelayanan Rest Area 519 A. Fasilitas vital yang seharusnya menjadi prioritas justru terabaikan, sementara kehadiran petugas di lapangan sangat minim.
Jika tidak segera dibenahi, situasi ini bukan hanya menurunkan kenyamanan pemudik, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan. Evaluasi menyeluruh serta peningkatan standar pelayanan menjadi hal mendesak yang tidak bisa ditunda.(red-)