Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat membuka kegiatan Bazar Ramadan di halaman Balaikota, Rabu (11/3). (Istimewa)SEMARANG, WARTAGLOBAL.id --
Pemerintah Kota Semarang Gelar
Program bazar Ramadan dan gerakan pasar murah yang digelar di Halaman Balaikota, pada Rabu (11/3/26) pagi.
Pasar murah itu mendapat respons positif dari masyarakat. Warga kota Semarang berbondong-bondong memadati halaman Balaikota Semarang untuk berbelanja di tenda-tenda Gerakan Pangan Murah di Bazar Ramadan yang digelar Pemerintah Kota Semarang.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut Bazar Ramadan merupakan bagian dari program 240 operasi pasar yang dilaksanakan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
“Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan,” kata Agustina Wilujeng.
Wali Kota mengatakan bazar tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap nyaman dan sejahtera selama bulan Ramadan hingga Lebaran.
“Bazar Ramadan ini bagian dari 240 titik pasar murah yang kita lakukan sampai dengan Lebaran. Selain itu, kami juga mengkonsolidasikan berbagai bantuan dari masyarakat untuk membantu keluarga yang membutuhkan, khususnya melalui pembagian sembako,” katanya.
Ia menjelaskan, selain pasar murah, Pemkot Semarang juga menyiapkan berbagai program pendukung menjelang mudik Lebaran. Salah satunya dengan menyiapkan bus yang nantinya digunakan untuk menjemput pemudik asal Semarang dari Jakarta.
Menurut Agustina, program mudik tersebut merupakan agenda tahunan Pemkot Semarang. Hingga saat ini, jumlah pendaftar pemudik yang akan difasilitasi tercatat hampir mencapai lima ribu orang.
Di sisi lain, bazar dan gerakan pangan murah juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Kota Semarang diketahui memiliki kontribusi besar terhadap inflasi di Jawa Tengah.
“Semarang menjadi penentu inflasi di Jawa Tengah dengan bobot sekitar 22 persen. Karena itu kita harus rajin melakukan pengendalian harga,” pungkasnya.
Salah satu langkah yang dinilai efektif, lanjutnya, adalah memperbanyak gerakan pangan murah di berbagai titik hingga tingkat wilayah terkecil.
Pemkot Semarang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying agar ketersediaan bahan pokok di pasar tetap terjaga dan harga tetap stabil menjelang Lebaran. (Hans)


.jpg)