Kritik Pedas Penuh Kehangatan,Kang Marhaen Mengimbau Peningkatan Idealisme dan Profesionalitas Wartawan Nganjuk - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Kritik Pedas Penuh Kehangatan,Kang Marhaen Mengimbau Peningkatan Idealisme dan Profesionalitas Wartawan Nganjuk

Thursday, 12 March 2026


Nganjuk, Warta Global Jatim.id

Di hari ke-22 Ramadan 1447 H, Taman Wisata Jolotundo Glamping & Edupark  Loceret, Kabupaten Nganjuk, menjadi saksi momen kebersamaan yang unik dan bermakna penuh kehangatan. Pemerintah Kabupaten Nganjuk di bawah pimpinan Bupati Dr. Drs. Marhein Djumadi AMd. SE,SH,MM.,MBA., menggelar acara Silaturrahmi sekaligus berbuka puasa bersama, acara  dihadiri peserta menurut catatan data absensi sekitar 115 wartawan dari 5 organisasi pers nasional maupun regional, serta sejumlah praktisi jurnalis lainnya. Berbeda dengan acara serupa yang biasanya digelar di ruang  Pendopo Jolotundo Glamping & Edu Park,lokasi wisata yang terletak di kaki Pegunungan Wilis Kamis, 12 Maret 2026, tempat ini dipilih sengaja untuk menciptakan suasana yang lebih santai, akrab, dan menghilangkan sekat-sekat formalitas.

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen yang akrab disapa Kang Marhaen membuka percakapan dengan nada yang hangat namun tegas. Ia menegaskan bahwa wartawan bukan sekadar pihak yang meliput kegiatan pemerintah, melainkan sahabat dan mitra sejati dalam upaya membangun daerah. "Saya ingin mengesampingkan kesan formalitas yang seringkali membuat jarak antara pemerintah dan media. Wartawan adalah mitra yang berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, dan bersama-sama kita bisa bergerak maju memajukan Nganjuk," ujar Kang Marhaen dengan penuh keyakinan.

Tidak hanya itu, Kang Marhaen juga menyampaikan permohonan maaf secara tulus atas segala kesalahan yang mungkin telah dilakukan oleh pemerintah selama ini. Langkah ini menunjukkan sikap rendah hati dan keterbukaan yang luar biasa, serta mengajak semua pihak untuk saling memaafkan dan bersatu demi tujuan yang sama, yaitu kesejahteraan masyarakat Nganjuk. "Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk pemerintah. Kami mengakui bahwa mungkin ada kesalahan yang kami buat, dan untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya. Mari kita tinggalkan perbedaan dan perselisihan, dan bersatu bekerja keras untuk Nganjuk yang lebih baik," tambahnya.

Di tengah suasana yang akrab tersebut, Kang Marhaen tidak lupa menyampaikan kritik pedas namun penuh kehangatan kepada para wartawan. Ia menyoroti tantangan berat yang dihadapi oleh dunia jurnalisme di era digital saat ini, mulai dari maraknya hoaks dan disinformasi, hingga tekanan dari berbagai kepentingan yang berusaha mempengaruhi pemberitaan. "Di era digital ini, informasi menyebar dengan sangat cepat, dan seringkali kebenaran terabaikan. Wartawan menghadapi tantangan yang besar untuk tetap berpegang pada prinsip jurnalisme yang benar," Saya mengimbau agar rekan-rekan wartawan tetap profesional, berpegang pada kebenaran dan fakta, serta tidak membuat berita yang menimbulkan keresahan atau multitafsir di masyarakat," tegas Kang Marhaen.
Ia juga mengingatkan agar wartawan tidak suka "melintir-melintir" berita atau memanipulasi informasi demi kepentingan tertentu. 

Menurutnya, menjadi wartawan bukan hanya soal memiliki status "Wartawan", melainkan tentang berkarya dan nilai karya tulis yang dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat. "Menjadi wartawan adalah sebuah panggilan mulia. Ini bukan hanya soal mencari berita untuk diterbitkan, tapi soal menyampaikan kebenaran, mengedukasi masyarakat, dan menjadi pengawas yang kritis namun konstruktif. Jangan biarkan kepentingan pribadi atau kelompok mengganggu integritas kalian sebagai wartawan," ujarnya.

Suasana acara semakin hangat dan penuh makna saat azan Magrib berkumandang. Seluruh peserta,  kemudian berbuka puasa bersama. Momen ini menjadi bukti nyata kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin antara pemerintah dan media, melampaui perbedaan peran dan tanggung jawab masing-masing.

Acara  silaturrahmi berbuka puasa bersama ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat dan produktif antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan media massa. Dengan semangat kebersamaan, idealisme, dan profesionalitas yang tinggi, diharapkan kedua pihak dapat bekerja sama untuk membangun Nganjuk yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan di masa depan. Sebagaimana pesan Kang Marhaen, kebersamaan adalah kunci untuk mengatasi segala tantangan dan mencapai tujuan bersama demi kepentingan masyarakat Nganjuk yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen yang akrab disapa Kang Marhaen membuka percakapan dengan nada yang hangat namun tegas. Ia menegaskan bahwa wartawan bukan sekadar pihak yang meliput kegiatan pemerintah, melainkan sahabat dan mitra sejati dalam upaya membangun daerah. "Saya ingin mengesampingkan kesan formalitas yang seringkali membuat jarak antara pemerintah dan media. Wartawan adalah mitra yang berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, dan bersama-sama kita bisa bergerak maju memajukan Nganjuk," ujar Kang Marhaen dengan penuh keyakinan.

Tak hanya itu, Kang Marhaen juga menyampaikan permohonan maaf secara tulus atas segala kesalahan yang mungkin telah dilakukan oleh pemerintah selama ini. Langkah ini menunjukkan sikap rendah hati dan keterbukaan yang luar biasa, serta mengajak semua pihak untuk saling memaafkan dan bersatu demi tujuan yang sama, yaitu kesejahteraan masyarakat Nganjuk. "Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk pemerintah. Kami mengakui bahwa mungkin ada kesalahan yang kami buat, dan untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya. Mari kita tinggalkan perbedaan dan perselisihan, dan bersatu bekerja keras untuk Nganjuk yang lebih baik," tambahnya..

Di tengah suasana yang akrab tersebut, Kang Marhaen tidak lupa menyampaikan kritik pedas namun penuh kehangatan kepada para wartawan. Ia menyoroti tantangan berat yang dihadapi oleh dunia jurnalisme di era digital saat ini, mulai dari maraknya hoaks dan disinformasi, hingga tekanan dari berbagai kepentingan yang berusaha mempengaruhi pemberitaan. "Di era digital ini, informasi menyebar dengan sangat cepat, dan seringkali kebenaran terabaikan.

Wartawan menghadapi tantangan yang besar untuk tetap berpegang pada prinsip jurnalisme yang benar. Saya mengimbau agar rekan-rekan wartawan tetap profesional, berpegang pada kebenaran dan fakta, serta tidak membuat berita yang menimbulkan keresahan atau multitafsir di masyarakat," tegas Kang Marhaen.

Ia juga mengingatkan agar wartawan tidak suka "melintir-melintir" berita atau memanipulasi informasi demi kepentingan tertentu. Menurutnya, menjadi wartawan bukan hanya soal memiliki status atau jabatan, melainkan tentang berkarya dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat. "Menjadi wartawan adalah sebuah panggilan mulia. Ini bukan hanya soal mencari berita untuk diterbitkan, tapi soal menyampaikan kebenaran, mengedukasi masyarakat, dan menjadi pengawas yang kritis namun konstruktif. Jangan biarkan kepentingan pribadi atau kelompok mengganggu integritas kalian sebagai wartawan," ujarnya.

Suasana acara semakin hangat dan penuh makna saat azan Magrib berkumandang. Seluruh peserta, berkumpul bersama untuk  berbuka puasa . Momen ini menjadi bukti nyata kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin antara pemerintah dan media, melampaui perbedaan peran dan tanggung jawab masing-masing.

Acara  silaturrahmi berbuka puasa bersama ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat dan produktif antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan media massa. Dengan semangat kebersamaan, idealisme, dan profesionalitas yang tinggi, diharapkan kedua pihak dapat bekerja sama untuk membangun Nganjuk yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan di masa depan. Sebagaimana pesan Kang Marhaen, kebersamaan adalah kunci untuk mengatasi segala tantangan dan mencapai tujuan bersama demi kepentingan masyarakat Nganjuk yang lebih baik.(Tomo)