Bank Jateng memfasilitasi penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga terdampak bencana cuaca ekstrem di Desa Welahan, Kabupaten Jepara.JEPARA, WARTAGLOBAL.id --
Bank Jateng memperkuat perannya dalam aksi kemanusiaan dengan memfasilitasi penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga terdampak bencana cuaca ekstrem di Kabupaten Jepara.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan percepatan pemulihan hunian warga yang rusak.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, di Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya, Bupati Witiarso Utomo menjelaskan, bantuan ini merupakan langkah responsif pemerintah daerah dengan memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Dirinya menegaskan, seluruh proses penerima manfaat telah melalui validasi yang ketat di lapangan.
“Bantuan perbaikan rumah warga melalui program RTLH dengan dukungan anggaran BTT disalurkan secara bertahap sesuai hasil pendataan dan verifikasi lapangan,” jelas Witiarso.Utomo di sela-sela penyerahan bantuan kepada warga penerima manfaat.
Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Bank Jateng Cabang Jepara, Nanang Wahyudi, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung transparansi penyaluran dana publik.
Bank Jateng juga berperan memastikan seluruh transaksi berjalan secara akuntabel melalui sistem perbankan yang aman.
“Kami berkomitmen memastikan proses penyaluran bantuan ini berjalan cepat, aman, dan transparan. Melalui sistem nontunai Bank Jateng, dana langsung kami teruskan kepada penyedia material sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga warga penerima manfaat dapat segera memulai perbaikan rumahnya,” jelas Nanang Wahyudi.
Ditambahkan, sinergi antara Pemkab Jepara dan Bank Jateng ini menyasar total 54 unit rumah terdampak.
“Pada tahap awal, dana sebesar Rp 119,5 juta dialokasikan untuk 24 rumah yang tersebar di wilayah Kecamatan Welahan, Nalumsari, Kedung, dan Batealit,” imbuh Nanang Wahyudi.
Melalui mekanisme nontunai ini, diharapkan proses pemulihan infrastruktur warga dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
(Maskur)


.jpg)