Pemkab Bojonegoro Tata Pintu Masuk Kabupaten, Taman Perbatasan Jadi Simbol Identitas dan Komitmen Lingkungan - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Pemkab Bojonegoro Tata Pintu Masuk Kabupaten, Taman Perbatasan Jadi Simbol Identitas dan Komitmen Lingkungan

Sunday, 4 January 2026
Pemkab Bojonegoro Tata Pintu Masuk Kabupaten, Taman Perbatasan Jadi Simbol Identitas dan Komitmen Lingkungan


Bojonegoro – Jatim-wartaglobal.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menggeser orientasi pembangunan yang tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga menyentuh wilayah perbatasan. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan lima taman perbatasan di titik-titik masuk utama yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga.

Kebijakan ini menandai keseriusan Pemkab Bojonegoro dalam menjadikan wilayah perbatasan sebagai etalase daerah, sekaligus memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berfungsi ekologis dan sosial. Taman perbatasan tidak sekadar elemen estetika, tetapi dirancang sebagai penanda identitas, wajah keramahan, dan pintu masuk representatif bagi siapa pun yang memasuki Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa pembangunan taman di kawasan perbatasan merupakan bagian dari visi pemerataan pembangunan hingga wilayah pinggiran. Menurutnya, daerah perbatasan selama ini kerap dipandang sebagai kawasan belakang, padahal justru menjadi kesan pertama bagi pendatang.

“Pintu masuk kabupaten harus mencerminkan karakter daerahnya. Taman perbatasan ini menjadi simbol kebanggaan bersama sekaligus bukti bahwa pembangunan Bojonegoro hadir sampai ke titik terluar,” ujar Setyo Wahono, Jumat (2/1/2025).
Selain mempercantik gerbang kabupaten,

 pembangunan taman perbatasan juga diarahkan untuk menambah luasan RTH guna menjaga keseimbangan ekosistem. Penanaman pohon, penataan lanskap, serta ruang publik yang ramah diharapkan mampu menekan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hidup masyarakat sekitar.

Adapun lima titik yang direncanakan menjadi lokasi taman perbatasan meliputi:

1.  Perbatasan Gondang – Kabupaten Nganjuk

2.  Perbatasan Margomulyo – Kabupaten Ngawi

3.  Perbatasan Kedungadem – Kabupaten         Lamongan

 4.Perbatasan Padangan – Kecamatan Cepu

 5. Perbatasan Baureno – Kecamatan Babat

Kelima lokasi tersebut merupakan jalur strategis yang selama ini menjadi akses utama mobilitas antarwilayah, baik ekonomi, sosial, maupun pariwisata.

Pemkab Bojonegoro juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan fasilitas taman. Pemerintah menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari fisik proyek, tetapi dari rasa memiliki dan kepedulian publik.

“Mari kita jaga bersama. Kita ingin Bojonegoro dikenal sebagai kabupaten yang bersih, hijau, dan membanggakan,” tegas Bupati Wahono.

Dengan pembangunan taman perbatasan ini, Bojonegoro tidak hanya memperkuat citra sebagai daerah penghasil migas, tetapi juga menegaskan arah baru pembangunan yang inklusif, berwawasan lingkungan, dan berorientasi pada kualitas ruang publik. Perbatasan kini bukan lagi halaman belakang, melainkan wajah depan Kabupaten Bojonegoro.