Bulog Pastikan Siap Serap Gabah Petani Pekalongan, Libur Lebaran Bukan Halangan - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Top Ads

Klik

Berita Update Terbaru

logoblog

Bulog Pastikan Siap Serap Gabah Petani Pekalongan, Libur Lebaran Bukan Halangan

Friday, 4 April 2025
PEKALONGAN, WARTAGLOBAL.id -- Menjawab keresahan petani di wilayah Pekalongan (kota dan kabupaten), khususnya di wilayah Tirto dan Bumirejo, terkait belum dipanennya padi meski usia tanaman telah memasuki lebih dari 90 hari, Perum Bulog Kantor Cabang Tegal memastikan bahwa penyerapan gabah kering panen (GKP) tetap berjalan, bahkan selama masa libur Lebaran.

Pimpinan Cabang Bulog Tegal, Agung Rohman, menjelaskan bahwa Bulog mendapat penugasan dari pemerintah untuk menjaga harga GKP petani di angka Rp6.500 per kilogram, sekaligus memenuhi target cadangan beras pemerintah secara nasional sebesar 3 juta ton hingga April 2025.

“Bulog bersama TNI AD dan Kementerian Pertanian dari pusat hingga tingkat desa melalui Babinsa, Bintara Pembina Ketahanan Pangan (Binsak), PPL, serta tim jemput gabah siap menyerap GKP langsung dari petani,” ujar Agung, Saat memantau proses serap gabah di wilayah Tirto, Jumat (4/4/2025).

Ia menegaskan, gabah yang diserap harus sudah siap panen, tidak terkena hujan, dan dipanen dengan cara yang proporsional untuk menjaga kualitas. Gabah tersebut kemudian akan diolah, dikeringkan, dan digiling melalui mitra penggilingan lokal, sebelum disimpan di gudang Bulog sebagai cadangan beras pemerintah.

Wilayah kerja Bulog Cabang Tegal mencakup Kabupaten Batang, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kota dan Kabupaten Tegal, hingga Kabupaten Brebes. Hingga awal April 2025, Bulog Tegal telah menyerap GKP atau setara 24.000 ton beras, termasuk 10.000 ton beras hasil giling.

“Penyerapan tetap berjalan selama libur Lebaran dan sudah aktif kembali sejak 2 April. Kami terus koordinasi dengan tim lapangan dan mitra penggilingan agar penyerapan dan pengolahan bisa kembali optimal,” jelasnya.

Menanggapi keluhan petani terkait belum adanya penyerapan di beberapa titik, Agung menjelaskan bahwa hal itu kemungkinan disebabkan oleh faktor teknis seperti jadwal panen, keterbatasan mesin panen (combine harvester), dan cuaca.

“Kalau ada gabah yang belum terserap, tim kami di bawah bersama PPL, Babinsa, dan tim jemput gabah siap turun. Tapi memang perlu pengaturan jadwal panen dan serap, disesuaikan dengan kondisi lapangan,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi kendala serupa ke depan, pihaknya terus membangun kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Kodim setempat. Dinas diminta membantu mencarikan tambahan alat panen dan menyusun jadwal panen bersama, agar serapan gabah bisa berlangsung simultan dan disesuaikan dengan kapasitas penggilingan serta pengeringan yang ada.

“Kami juga mendorong mitra pengolahan dan penggilingan untuk mulai beroperasi penuh. Alhamdulillah, mulai 2 April kemarin penyerapan sudah berjalan lagi dan akan terus meningkat ke depannya,” pungkas Agung.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sopran Kenedi, saat dikonfirmasi terpisah menjelaskan bahwa keterlambatan panen bukan karena Bulog tidak hadir, melainkan karena masalah teknis.

“Belum bisa panennya karena kendala mesin combine yang belum tersedia, masih antre, atau sebab lainnya. Bulog membeli gabah setelah dipanen, dan kami memang belum memiliki mesin panen sendiri (combine harvester) untuk membantu langsung proses panen petani,” jelas Sopran. 

(ARIYANTO)

KALI DIBACA
Klik