Jakarta Jatim.wartaglobal.id - Minggu, 20 Oktober 2024, menjadi hari bersejarah bagi Indonesia dengan dilantiknya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Acara pelantikan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, disaksikan oleh ribuan tamu undangan, termasuk para pemimpin negara dan utusan khusus dari 34 negara.
Suasana Istana Merdeka dipenuhi dengan nuansa kenegaraan yang khidmat. Ribuan personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan TNI dikerahkan untuk mengamankan jalannya acara pelantikan. Polda Metro Jaya mengerahkan 6.757 personel, sementara TNI mengerahkan 100.000 personel untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara.
Kehadiran para pemimpin negara dari berbagai penjuru dunia menjadi bukti kuat atas hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara lain. Tercatat, 23 negara mengirimkan kepala negara atau wakil kepala negara, termasuk Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Korea Selatan, Malaysia, Papua Nugini, Serbia, Singapura, Kepulauan Solomon, Timor Leste, Vanuatu, China, Laos, Vietnam, Rusia, Qatar, Australia, Selandia Baru, Thailand, Jerman, Mesir, Turki, dan Arab Saudi.
Selain itu, 11 negara mengirimkan utusan khusus, yaitu Inggris, Amerika Serikat, India, Yordania, Jepang, Italia, Kanada, Prancis, Muslim Council of Elders, Brazil, dan Fiji. Uni Emirat Arab juga mengirimkan mantan presidennya untuk menghadiri acara pelantikan ini.
Pelantikan Prabowo-Gibran menandai dimulainya era kepemimpinan baru di Indonesia. Harapan besar tercurah kepada pasangan ini untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Acara pelantikan ini menjadi momen bersejarah bagi Indonesia, sekaligus menjadi simbol kuatnya hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara di dunia.
Ries/Fir


.jpg)