wartaglobal.jatim.id - Kota Batu. Kekerasan seksual dan kasus bullying masih menjadi masalah serius di lingkungan sekolah, dengan anak-anak rentan menjadi korban. Meskipun banyak pelaku kejahatan telah ditangkap, kejahatan ini masih terus terjadi. Kepolisian, sebagai salah satu pihak yang peduli, mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini.
Hari ini, Polres Batu melakukan kegiatan blusukan ke sekolah dengan menggelar sosialisasi Psikoedukasi dengan tema "Kekerasan Seksual dalam Prespektif Psikologis" di SDM Al Irsyad Kota Batu dan SMA NU 1 Pujon Kabupaten Malang. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakapolres Kompol Jeni al Jauza, yang mewakili Kapolres Batu, serta melibatkan berbagai pihak seperti Ksb Pers, Ksb Binkar, Kasi Humas, dan anggota lainnya yang memberikan informasi terkait kekerasan seksual.
Kompol Jeni Al Jauza menyampaikan pentingnya pemahaman tentang kekerasan seksual terhadap anak, jenis-jenis kekerasan seksual, modus operandi, pencegahan, dan analisis psikologis terhadap kekerasan seksual. Sosialisasi ini ditujukan kepada siswa SMA dan santri pondok untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kekerasan seksual dan cara pencegahannya.
Menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), terdapat 19.593 kasus kekerasan yang tercatat di Indonesia pada periode 1 Januari-27 September 2023, dengan korban kekerasan kebanyakan berusia 13-17 tahun. Sementara data SIMFONI-PPA (KemenPPPA, 2023) mencatat 14.759 kasus kekerasan seksual pada tahun 2023, dengan jumlah korban laki-laki dan perempuan yang signifikan.
Sosialisasi tentang kekerasan seksual ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para pelajar, dengan harapan dapat mencegah potensi kekerasan yang mengintai. Polisi juga mengajak orang tua, guru, dan pengasuh untuk terus mensosialisasikan isu-isu kekerasan seksual guna melindungi anak-anak dari bahaya tersebut.
Wakapolres juga mengingatkan para siswa dan santri untuk menjaga kesehatan mereka, mengingat pentingnya partisipasi dalam Pilkada 2024 untuk pemilihan Walikota Batu dan Bupati Malang. Dengan demikian, diharapkan generasi muda dapat terus tumbuh dalam kedamaian dan mampu mencegah serta mendeteksi kekerasan yang mungkin terjadi di lingkungan mereka. Kesehatan dan partisipasi aktif dalam proses demokrasi diharapkan menjadi prioritas bagi para siswa dan santri.
(fir)


.jpg)