​Sinergi Pemkab Bojonegoro dan PPNS, Dorong UMKM Ledok Kulon Naik Kelas Lewat Inovasi - Warta Global Jatim

Mobile Menu

Entertainment

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

​Sinergi Pemkab Bojonegoro dan PPNS, Dorong UMKM Ledok Kulon Naik Kelas Lewat Inovasi

Monday, 8 June 2026

Pemkab Bojonegoro dan PPNS, Dorong UMKM Ledok Kulon Naik Kelas Lewat Inovasi


BOJONEGORO –Jatim.wartaglobal.id.  - Upaya memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro terus dipacu melalui sinergi multisektor. Terbaru, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) menggelar kunjungan lapangan sekaligus Focus Group Discussion (FGD) di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi lokal serta menjajaki peluang kerja sama teknologi dan inovasi.

Rombongan PPNS yang dipimpin oleh Ir. Ari Lendartono, bersama jajaran dosen dan mahasiswa lintas jurusan, meninjau langsung sejumlah sektor unggulan di Ledok Kulon. Beberapa titik yang menjadi fokus perhatian antara lain sentra produksi arang bakar, industri tahu khas Ledok, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

Kunjungan strategis ini mendapat sambutan hangat dari Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono. Ia menegaskan bahwa keterlibatan dunia akademik merupakan angin segar bagi penguatan daya saing produk lokal melalui riset dan pengabdian masyarakat.

"Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat merupakan bentuk perhatian nyata terhadap perkembangan UMKM. Ini menjadi kesempatan berharga bagi pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi sehingga dapat ditemukan solusi bersama," ujar Cantika.


Menjawab Tantangan UMKM

Cantika tidak menampik bahwa para pelaku UMKM saat ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan klasik, mulai dari keterbatasan akses permodalan, kualitas kemasan (packaging), penguatan branding, optimalisasi pemasaran digital, hingga pemenuhan legalitas dan standarisasi produk.

Oleh karena itu, kolaborasi tiga pilar—pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha—menjadi kunci penting untuk menghadirkan solusi konkret. Pemkab Bojonegoro sendiri berkomitmen penuh mendampingi pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Berbagai program kurasi produk terus kami lakukan agar produk lokal memenuhi standar pemasaran yang lebih luas, bahkan berpeluang menembus pasar nasional maupun internasional," imbuhnya.

Ia juga memberikan motivasi khusus kepada para pengrajin Tahu Ledok, produk legendaris Bojonegoro yang eksis selama puluhan tahun dan kini telah merambah pasar Tuban, Blora, hingga Gresik. Cantika berharap, lewat sentuhan inovasi baru, pasar Tahu Ledok bisa berkembang jauh lebih masif.

Komitmen Pengabdian Masyarakat PPNS

Di sisi lain, pimpinan rombongan PPNS, Ir. Ari Lendartono, menjelaskan bahwa ruang lingkup PPNS saat ini telah meluas ke berbagai sektor strategis, tidak terbatas pada bidang perkapalan saja. PPNS aktif menerjunkan keahliannya dalam pengelolaan limbah, penguatan bisnis, hingga hilirisasi teknologi ke UMKM.

"Kami ingin melihat secara langsung peluang kolaborasi yang dapat diwujudkan bersama UMKM di Ledok Kulon. Hasil diskusi dan pemetaan kebutuhan ini nantinya diharapkan menjadi dasar penyusunan program riset maupun pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi warga," terang Ari.

FGD yang berlangsung interaktif tersebut berhasil menghimpun berbagai aspirasi, kendala teknis, dan kebutuhan mendesak para pelaku usaha di lapangan. Rekomendasi yang lahir dari forum ini ditargetkan mampu menghasilkan solusi aplikatif yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan UMKM sebagai motor utama penggerak roda perekonomian lokal di Bojonegoro. (Prokopim)

BOJONEGORO – Jatim.wartaglobal.id  -  Upaya memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro terus dipacu melalui sinergi multisektor. Terbaru, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) menggelar kunjungan lapangan sekaligus Focus Group Discussion (FGD) di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi lokal serta menjajaki peluang kerja sama teknologi dan inovasi.

Rombongan PPNS yang dipimpin oleh Ir. Ari Lendartono, bersama jajaran dosen dan mahasiswa lintas jurusan, meninjau langsung sejumlah sektor unggulan di Ledok Kulon. Beberapa titik yang menjadi fokus perhatian antara lain sentra produksi arang bakar, industri tahu khas Ledok, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

Kunjungan strategis ini mendapat sambutan hangat dari Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono. Ia menegaskan bahwa keterlibatan dunia akademik merupakan angin segar bagi penguatan daya saing produk lokal melalui riset dan pengabdian masyarakat.

"Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat merupakan bentuk perhatian nyata terhadap perkembangan UMKM. Ini menjadi kesempatan berharga bagi pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi sehingga dapat ditemukan solusi bersama," ujar Cantika.


Menjawab Tantangan UMKM

Cantika tidak menampik bahwa para pelaku UMKM saat ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan klasik, mulai dari keterbatasan akses permodalan, kualitas kemasan (packaging), penguatan branding, optimalisasi pemasaran digital, hingga pemenuhan legalitas dan standarisasi produk.

Oleh karena itu, kolaborasi tiga pilar—pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha—menjadi kunci penting untuk menghadirkan solusi konkret. Pemkab Bojonegoro sendiri berkomitmen penuh mendampingi pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Berbagai program kurasi produk terus kami lakukan agar produk lokal memenuhi standar pemasaran yang lebih luas, bahkan berpeluang menembus pasar nasional maupun internasional," imbuhnya.

Ia juga memberikan motivasi khusus kepada para pengrajin Tahu Ledok, produk legendaris Bojonegoro yang eksis selama puluhan tahun dan kini telah merambah pasar Tuban, Blora, hingga Gresik. Cantika berharap, lewat sentuhan inovasi baru, pasar Tahu Ledok bisa berkembang jauh lebih masif.

Komitmen Pengabdian Masyarakat PPNS

Di sisi lain, pimpinan rombongan PPNS, Ir. Ari Lendartono, menjelaskan bahwa ruang lingkup PPNS saat ini telah meluas ke berbagai sektor strategis, tidak terbatas pada bidang perkapalan saja. PPNS aktif menerjunkan keahliannya dalam pengelolaan limbah, penguatan bisnis, hingga hilirisasi teknologi ke UMKM.

"Kami ingin melihat secara langsung peluang kolaborasi yang dapat diwujudkan bersama UMKM di Ledok Kulon. Hasil diskusi dan pemetaan kebutuhan ini nantinya diharapkan menjadi dasar penyusunan program riset maupun pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi warga," terang Ari.

FGD yang berlangsung interaktif tersebut berhasil menghimpun berbagai aspirasi, kendala teknis, dan kebutuhan mendesak para pelaku usaha di lapangan. Rekomendasi yang lahir dari forum ini ditargetkan mampu menghasilkan solusi aplikatif yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan UMKM sebagai motor utama penggerak roda perekonomian lokal di Bojonegoro. (Prokopim)