Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto Bersama Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, saat meninjau Banjir Bengawan Solo, Rabu (15/4/26).SURAKARTA, WARTAGLOBAL.id --
Sebanyak 160 personel gabungan diterjunkan untuk membantu penanganan banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo yang merendam sejumlah wilayah di Kota Surakarta, Rabu (15/4/26). Fokus penanganan meliputi evakuasi warga, pengaturan lalu lintas, hingga pengamanan di titik-titik terdampak.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo menegaskan pihaknya bergerak cepat di lapangan dengan melibatkan berbagai unsur. “Kami menerjunkan 160 personel gabungan untuk membantu masyarakat, baik dalam pengaturan arus lalu lintas, evakuasi warga, maupun pengamanan di lokasi terdampak banjir. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” kata Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, Rabu 15 April 2026.
Banjir yang terjadi dipicu oleh tingginya curah hujan sejak malam hari yang menyebabkan debit air Bengawan Solo meningkat dan meluas ke beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Laweyan dan Pasar Kliwon. Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, aparat juga menyiagakan perahu karet dari Satuan Samapta guna mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak ke tempat yang lebih aman.
Di lapangan, Kapolresta bersama Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, serta jajaran Forkopimda turun langsung meninjau kondisi di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan. Kehadiran mereka bertujuan memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Tak hanya melakukan pemantauan, Kombes Pol Catur Cahyono juga terlihat turun langsung membantu masyarakat. Ia ikut mengatur arus lalu lintas di Jalan Yos Sudarso dan membantu mendorong kendaraan warga yang mogok akibat genangan air yang cukup tinggi, guna mencegah terjadinya kecelakaan serta kemacetan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan karena curah hujan masih terpantau cukup tinggi. Mohon warga tidak memaksakan diri melintasi genangan air yang cukup dalam demi keselamatan bersama,” ujar Kapolresta Surakarta.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto bersama Dandim 0735 Surakarta memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi. Distribusi logistik dan bantuan darurat terus dilakukan bagi masyarakat yang harus mengungsi sementara waktu.
“Kehadiran tim gabungan di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat di tengah kondisi darurat ini. Penanganan difokuskan pada pembersihan saluran air dan percepatan evakuasi di titik-titik permukiman yang memiliki kedalaman air cukup signifikan,” katanya.
Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Surakarta terus diperkuat melalui patroli di sejumlah titik rawan banjir. Hingga Rabu sore, petugas masih berjaga di ruas-ruas jalan utama untuk mengarahkan pengendara ke jalur alternatif guna menghindari kemacetan.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi di Kota Surakarta, seiring dengan menurunnya debit air Sungai Bengawan Solo dalam beberapa waktu ke depan. (Joko S)


.jpg)